Profil Investasi
Kabupaten Katingan
Jelajahi peluang investasi menarik dan infrastruktur unggulan di Kabupaten Katingan melalui video profil resmi ini.
Lihat di YouTubeLayanan Utama
Layanan Perizinan Usaha
Berita
Video
Albumin, Ekowisata dan Bursa Karbon
Gerbang Paraga
Mengagumi Keindahan Punggualas di Taman Nasional Sebangau
Komoditas Unggulan
SK Bupati Katingan
Nomor 53 Tahun 2023
Kabupaten Katingan merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya hasil hutan bukan kayu berupa...
Keunggulan varietas Durian Katingann secara umum adalah produktivitasnya yang tinggi, warna daging buah yang menarik yaitu kuning, oranye, hingga merah, masa...
Produk ikan di Katingan terbagi dalam dua jenis yaitu: Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Jumlah produksi pada tahun 2023 dari perikanan tangkap pada...
Luas Areal Padi di Katingan adalah 12.042 Ha, dimana total produksi tahun 2023 sebesar 36.180 ton dengan produktivitas 3.00 ton/Ha. daerah produksi padi (ber...
174,350 Ribu
Populasi 2026
Rp 13,066.141 Miliar
Produk Domestik Regional Bruto 2026
0.00%
Pertumbuhan Ekonomi 2026
Peluang Investasi
| Parameter | Asumsi Kajian |
|---|---|
| Luas kawasan | 20 ha |
| Umur proyek | 15 tahun |
| Discount rate | 10% |
| Pertumbuhan pendapatan | 5%/tahun |
| Pertumbuhan biaya | 3%/tahun |
| Pengunjung tahun pertama | 40.000 orang |
| Pertumbuhan pengunjung | 6%/tahun |
| Tiket masuk | Rp30.000/orang |
| Hari operasional | 365 hari/tahun |
Sekali lagi, 20 hektare dan 40.000 pengunjung bukan data eksisting, tetapi asumsi analisis investasi.
KEBUTUHAN INVESTASI
Total CAPEX:
Rp4.000.000.000
atau sekitar Rp4 miliar.
Komponen utama:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Pembelian lahan | Rp500 juta |
| Pematangan lahan | Rp200 juta |
| Jalan & drainase | Rp450 juta |
| Visitor Center | Rp400 juta |
| Restoran & Café Durian | Rp450 juta |
| Kios UMKM & pusat oleh-oleh | Rp250 juta |
| Gazebo & shelter | Rp150 juta |
| Amphitheater & area festival | Rp200 juta |
| Playground & taman tematik | Rp150 juta |
| Mushola & toilet | Rp150 juta |
| Area parkir | Rp300 juta |
| Landscape & penataan kebun | Rp250 juta |
| Instalasi listrik | Rp150 juta |
| Instalasi air | Rp100 juta |
| CCTV & keamanan | Rp50 juta |
| Promosi awal | Rp100 juta |
| Perencanaan & supervisi | Rp200 juta |
| Contingency | Rp200 juta |
| TOTAL | Rp4 miliar |
MODEL PENDAPATAN
Kajian tidak hanya mengandalkan tiket masuk.
Proyeksi pendapatan tahun pertama:
| Sumber Pendapatan | Nilai |
|---|---|
| Tiket masuk | Rp1,20 miliar |
| Wisata petik durian | Rp300 juta |
| Restoran & Café Durian | Rp350 juta |
| Parkir | Rp120 juta |
| Penyewaan gazebo | Rp60 juta |
| Sewa kios UMKM | Rp180 juta |
| Festival Durian & Event | Rp140 juta |
| Penyewaan area kegiatan | Rp100 juta |
| TOTAL | Rp2,45 miliar |
Dengan demikian, model bisnisnya adalah diversifikasi pendapatan.
DAMPAK EKONOMI
Kajian memperkirakan Kawasan Agrowisata Durian Terpadu dapat menciptakan:
- sekitar 150 tenaga kerja langsung;
- sekitar 220 tenaga kerja tidak langsung;
- total sekitar 370 peluang kerja.
Tenaga kerja tidak langsung dapat muncul dari:
- transportasi wisata;
- jasa perjalanan;
- UMKM;
- pedagang kuliner;
- dokumentasi;
- pengrajin suvenir;
- homestay;
- penyelenggara kegiatan wisata.
KEUNGGULAN DAN RISIKO
Kekuatan
- sentra kebun durian masyarakat;
- durian sebagai produk unggulan lokal;
- potensi wisata alam dan pertanian;
- dapat mengintegrasikan pertanian, pariwisata, kuliner dan UMKM.
Kelemahan
- fasilitas wisata masih terbatas;
- sebagian infrastruktur perlu ditingkatkan;
- promosi dan pengelolaan destinasi belum optimal;
- membutuhkan modal relatif besar.
Peluang
- meningkatnya minat wisata alam dan agrowisata;
- peluang kuliner dan UMKM berbasis durian;
- dukungan pengembangan desa wisata;
- peluang investasi swasta.
Ancaman
- persaingan dengan agrowisata daerah lain;
- fluktuasi produksi akibat musim dan iklim;
- perubahan tren wisatawan;
- risiko kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola berkelanjutan.
KAWASAN AGROWISATA DURIAN TERPADU
KBLI: 932...
| Parameter | Asumsi |
|---|---|
| Luas lahan | 1 ha |
| Luas gudang | 1.500 m² |
| Dry warehouse | 1.200 m² |
| Cold storage | 300 m² |
| Loading dock | 3 unit |
| Okupansi Tahun 1 | 50% |
| Okupansi Tahun 2 | 60% |
| Okupansi Tahun 3 | 70% |
| Okupansi Tahun 4–10 | 80% |
| Tarif sewa | Rp90.000/m²/bulan |
| Pendapatan distribusi | 30% pendapatan gudang |
| Value Added Service | 15% pendapatan gudang |
| Umur proyek | 10 tahun |
| Discount rate | 10% |
Estimasi Investasi
Total CAPEX:
Rp8.000.000.000
Komponen utama:
- pembelian lahan: Rp700 juta;
- bangunan gudang: Rp3,4 miliar;
- kantor operasional: Rp400 juta;
- loading dock: Rp300 juta;
- cold storage: Rp900 juta;
- mekanikal & elektrikal: Rp600 juta;
- IT & WMS: Rp300 juta;
- peralatan gudang: Rp900 juta;
- komponen lainnya dan contingency.
Operasional
OPEX tahun pertama diperkirakan:
Rp1.950.000.000/tahun.
Komponen terbesar adalah gaji dan tunjangan sebesar Rp700 juta atau 35,9% dari OPEX.
Pendapatan
Pendapatan tahun pertama dalam kajian:
Rp3.450.000.000/tahun
terdiri dari:
| Sumber | Nilai |
|---|---|
| Penyewaan gudang | Rp2,25 miliar |
| Distribusi & handling | Rp750 juta |
| Value Added Service | Rp450 juta |
| Total | Rp3,45 miliar |
Tenaga Kerja
Diperkirakan:
- 100 tenaga kerja langsung saat operasional;
- 180 tenaga kerja selama konstruksi.
Selain itu terdapat potensi pekerjaan tidak langsung pada transportasi, ekspedisi, bongkar muat, packaging, peralatan logistik, makanan, kebersihan dan suku cadang.
">
Dasar Potensi
Katingan Hilir memiliki fungsi seba...
| Parameter | Asumsi Kajian |
|---|---|
| Klasifikasi | Hotel Bintang 3 |
| Jumlah kamar | 40 |
| Ballroom | 1 unit |
| Meeting room | 1 ruang |
| Restoran | 1 unit |
| Coffee shop | 1 unit |
| Hunian Tahun 1 | 45% |
| Hunian Tahun 2 | 50% |
| Hunian Tahun 3 | 55% |
| Hunian Tahun 4–10 | 60% |
| Tarif kamar | Rp500.000/kamar/malam |
| Umur proyek | 10 tahun |
| Discount rate | 10% |
Estimasi Investasi
CAPEX Business Hotel dalam kajian:
Rp15.000.000.000
atau Rp15 miliar.
Investasi mencakup antara lain lahan, gedung hotel, ballroom, restoran, area parkir, instalasi mekanikal-elektrikal, furnitur, perlengkapan kamar, sistem informasi, perizinan serta biaya pra-konstruksi dan pra-operasional.
Tenaga Kerja
Kajian juga memperkirakan Business Hotel dengan kapasitas 60 kamar dapat menyerap:
- sekitar 120 tenaga kerja langsung pada tahap operasional;
- sekitar 150 tenaga kerja selama konstruksi.
Perhatikan: angka 60 kamar ini berasal dari analisis penyerapan tenaga kerja, sedangkan asumsi finansial menggunakan 40 kamar. Jadi keduanya jangan digabung menjadi satu angka dalam buku tanpa penjelasan.
">
Dasar Peluang
Katingan Hilir merupakan ibu kota K...
| Kecamatan | Luas Areal | Produksi |
|---|---|---|
| Katingan Hilir | 6.992,63 ha | 16.895 ton |
| Tewang Sangalang Garing | 5.572,75 ha | 11.421 ton |
Katingan Hilir merupakan sentra perkebunan rakyat kelapa sawit terbesar dalam data tersebut. Selain Katingan Hilir dan Tewang Sangalang Garing, bahan baku juga berasal dari Katingan Tengah, Tasik Payawan, Pulau Malan dan Kamipang yang diposisikan sebagai kawasan hinterland perkebunan kelapa sawit.
Artinya, dasar investasi CPO dalam laporan bukan sekadar karena terdapat perkebunan kelapa sawit, tetapi karena terdapat potensi pembentukan kawasan pasokan TBS dari Katingan Hilir dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya.
Peluang Investasi
Objek investasi:
Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil/CPO)
KBLI yang digunakan:
10431 – Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (CPO).
Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit melalui kegiatan pengolahan TBS menjadi CPO dan produk sampingnya.
Asumsi Teknis Kajian
Perlu diperhatikan bahwa angka berikut bukan kondisi pabrik yang sudah ada, melainkan asumsi yang digunakan dalam analisis investasi:
| Parameter | Asumsi Kajian |
|---|---|
| Kapasitas PKS | 30 ton TBS/jam |
| Jam operasi | 20 jam/hari |
| Hari operasi | 300 hari/tahun |
| Utilisasi Tahun 1–3 | 80% |
| Utilisasi Tahun 4–20 | 90% |
| Kapasitas efektif Tahun 1–3 | 144.000 ton TBS/tahun |
| Kapasitas efektif Tahun 4–20 | 162.000 ton TBS/tahun |
| Rendemen CPO | 22% |
| Rendemen Palm Kernel | 5% |
| Harga TBS | Rp2.800/kg |
| Harga CPO | Rp15.283,20/kg |
| Harga Palm Kernel | Rp8.000/kg |
| Umur proyek | 20 tahun |
Estimasi Investasi
Total CAPEX yang digunakan dalam kajian:
Rp533.423.556.120
atau sekitar Rp533,42 miliar.
Komponennya:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Konstruksi | Rp78,16 miliar |
| Landscape | Rp39,83 miliar |
| Pembelian lahan | Rp127,69 miliar |
| Bangunan produksi | Rp147,96 miliar |
| Fasilitas pendukung | Rp24,66 miliar |
| Tangki penyimpanan | Rp87,60 miliar |
| Mesin & peralatan produksi | Rp87,60 miliar |
| Utilitas | Rp57,50 miliar |
| Pasca konstruksi | Rp39,08 miliar |
| Contingency | Rp25,40 miliar |
| Total | Rp533,42 miliar |
Arah Pengembangan
Laporan mengidentifikasi peluang pengembangan industri turunan seperti:
- Palm Kernel Oil/PKO;
- refinery;
- biodiesel;
- oleokimia.
Namun, ini adalah peluang pengembangan lanjutan yang disebut dalam analisis SWOT, bukan proyek investasi utama yang dihitung dalam kajian.
Tantangan
Laporan juga mencatat beberapa risiko:
- fluktuasi harga CPO;
- persaingan dengan pabrik CPO daerah lain;
- kebutuhan teknologi pengolahan modern;
- keterbatasan tenaga kerja terampil;
- kebutuhan peningkatan infrastruktur kawasan dan utilitas;
- tuntutan standar keberlanjutan;
- risiko lingkungan dan konflik pemanfaatan lahan.
Jadi narasi investasinya sebaiknya tidak hanya mengatakan “potensi CPO sangat besar”, tetapi juga menjelaskan bahwa keberhasilan proyek bergantung pada kontinuitas pasokan TBS, efisiensi produksi, teknologi, infrastruktur dan pengelolaan risiko.
">
Dasar Potensi
Peluang pembangunan...
Untuk mempertahankan kesegaran ikan hasil tangkapan, dibu...
Pengolahan padi (gabah) menjadi beras saat ini masih bany...
Perkebunan besar swasta (PBS) umumnya memiliki pabrik min...
Industri hilir dari produk kelapa sawit dengan bahan baku...
Cold storage merupakan suatu sistem penyimpanan bahan bak...
