Profil Investasi
Kabupaten Katingan
Jelajahi peluang investasi menarik dan infrastruktur unggulan di Kabupaten Katingan melalui video profil resmi ini.
Lihat di YouTubeLayanan Utama
Layanan Perizinan Usaha
Berita
Video
Albumin, Ekowisata dan Bursa Karbon
Gerbang Paraga
Mengagumi Keindahan Punggualas di Taman Nasional Sebangau
Komoditas Unggulan
SK Bupati Katingan
Nomor 53 Tahun 2023
Kabupaten Katingan merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya hasil hutan bukan kayu berupa rotan. Rotan dari wilayah ini dikenal memiliki kualitas yang baik, kuat, lentur, dan tahan lama, sehingga sangat cocok dijadikan berbagai produk kerajinan bernilai tinggi.
Produk unggulan rotan Kabupaten Katingan meliputi berbagai jenis kerajinan seperti kursi, meja, keranjang, tikar, tas, hingga aksesoris rumah tangga dan dekorasi interior. Produk-produk ini dihasilkan oleh para pengrajin lokal yang memiliki keterampilan turun-temurun, sehingga setiap karya memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri.
Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, produk rotan dari Kabupaten Katingan juga memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Hal ini didukung oleh tren global yang semakin mengarah pada penggunaan produk ramah lingkungan dan berbahan alami.
Pengembangan industri rotan di Kabupaten Katingan juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta mendorong pelestarian budaya lokal. Dengan dukungan pemerintah daerah melalui pelatihan, pembinaan, dan promosi, diharapkan produk rotan Katingan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon unggulan daerah.
Keunggulan varietas Durian Katingann secara umum adalah produktivitasnya yang tinggi, warna daging buah yang menarik yaitu kuning, oranye, hingga merah, masa simpannya relatif lama, bentuk dan ukuran buah ideal, serta ada yang dapat berbuah lebih dari satu kali dalam 1 tahun.
Produk ikan di Katingan terbagi dalam dua jenis yaitu: Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Jumlah produksi pada tahun 2023 dari perikanan tangkap pada perairan umum sebanyak 5.792,03 Ton, sedangkan dari perikanan budidaya pada perairan umum sebanyak 6.292,24 Ton.
Produk olahan ikan yang ada di Katingan berupa produk UMK yaitu: kerupuk ikan, amplang ikan, ikan asin, terasi dan berbagai macam produk olahan lainnya.
Luas Areal Padi di Katingan adalah 12.042 Ha, dimana total produksi tahun 2023 sebesar 36.180 ton dengan produktivitas 3.00 ton/Ha. daerah produksi padi (beras) di Katingan saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Pulau Malan, Mendawai dan Katingan Kuala.
174,350 Ribu
Populasi 2026
Rp 13,066.141 Miliar
Produk Domestik Regional Bruto 2026
0.00%
Pertumbuhan Ekonomi 2026
Peluang Investasi
Peta Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Katingan menggambarkan sebaran wilayah kecamatan beserta lokasi peluang investasi prioritas yang telah diidentifikasi di Kabupaten Katingan. Peta ini mencakup seluruh wilayah kecamatan dan memberikan gambaran spasial mengenai posisi masing-masing peluang investasi.
Dalam peta tersebut ditampilkan empat peluang investasi utama, yaitu:
- Pabrik Pengolahan CPO yang diarahkan di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, sebagai peluang investasi pada sektor industri pengolahan kelapa sawit.
- Business Hotel di Kecamatan Katingan Hilir, yang mendukung kebutuhan akomodasi dan aktivitas bisnis serta pemerintahan.
- Gudang Logistik Modern di Kecamatan Katingan Hilir, sebagai peluang pengembangan fasilitas pergudangan dan distribusi barang.
- Kawasan Agrowisata Durian di Kecamatan Tewang Sangalang Garing, yang memanfaatkan potensi komoditas durian dan pengembangan wisata berbasis pertanian.
Peta juga menampilkan batas dan identitas 13 kecamatan di Kabupaten Katingan dengan warna yang berbeda, yaitu Bukit Raya, Kamipang, Katingan Hilir, Katingan Hulu, Katingan Kuala, Katingan Tengah, Marikit, Mendawai, Petak Malai, Pulau Malan, Sanaman Mantikei, Tasik Payawan, dan Tewang Sangalang Garing.
Secara keseluruhan, peta ini memberikan gambaran awal mengenai persebaran peluang investasi strategis Kabupaten Katingan, sekaligus menunjukkan bahwa peluang investasi tidak hanya berorientasi pada satu sektor, tetapi mencakup industri pengolahan, jasa akomodasi, logistik dan distribusi, serta pariwisata berbasis potensi lokal.
Peta ini dapat digunakan sebagai media informasi dan promosi investasi bagi calon investor untuk memperoleh gambaran mengenai lokasi dan jenis peluang investasi yang tersedia di Kabupaten Katingan.
KAWASAN AGROWISATA DURIAN TERPADU
KBLI: 93240 – Aktivitas Taman Rekreasi dan Wisata.
POTENSI DURIAN
Ini justru merupakan salah satu data terkuat dari Kecamatan Tewang Sangalang Garing.
Berdasarkan BPS Kabupaten Katingan Dalam Angka 2026:
Produksi durian Tewang Sangalang Garing
2024: 479 kuintal
2025: 3.548 kuintal
Kontribusi 2025: 49,83% produksi durian Kabupaten Katingan.
Total produksi durian Kabupaten Katingan tahun 2025 adalah 7.119,67 kuintal.
Jadi, kalau kita ingin membuat narasi promosi yang kuat dan tetap faktual, kalimat yang paling aman adalah:
“Tewang Sangalang Garing merupakan sentra produksi durian utama Kabupaten Katingan, dengan kontribusi 49,83% terhadap produksi durian Kabupaten Katingan pada tahun 2025.”
Ini jauh lebih kuat daripada sekadar mengatakan “Tewang Sangalang Garing memiliki potensi durian.”
KONSEP AGROWISATA
Laporan mengarahkan pengembangan kawasan untuk mengintegrasikan:
Kebun Durian → Wisata → Edukasi → Kuliner → UMKM → Ekonomi Kreatif.
Aktivitas yang secara eksplisit disebut dalam laporan antara lain:
- wisata petik durian;
- edukasi budidaya durian;
- wisata kuliner berbasis durian;
- pelatihan teknik budidaya;
- Festival Durian Kabupaten Katingan;
- pusat oleh-oleh;
- produk olahan durian.
ASUMSI KAWASAN
Dalam analisis investasi, digunakan:
| Parameter | Asumsi Kajian |
|---|---|
| Luas kawasan | 20 ha |
| Umur proyek | 15 tahun |
| Discount rate | 10% |
| Pertumbuhan pendapatan | 5%/tahun |
| Pertumbuhan biaya | 3%/tahun |
| Pengunjung tahun pertama | 40.000 orang |
| Pertumbuhan pengunjung | 6%/tahun |
| Tiket masuk | Rp30.000/orang |
| Hari operasional | 365 hari/tahun |
Sekali lagi, 20 hektare dan 40.000 pengunjung bukan data eksisting, tetapi asumsi analisis investasi.
KEBUTUHAN INVESTASI
Total CAPEX:
Rp4.000.000.000
atau sekitar Rp4 miliar.
Komponen utama:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Pembelian lahan | Rp500 juta |
| Pematangan lahan | Rp200 juta |
| Jalan & drainase | Rp450 juta |
| Visitor Center | Rp400 juta |
| Restoran & Café Durian | Rp450 juta |
| Kios UMKM & pusat oleh-oleh | Rp250 juta |
| Gazebo & shelter | Rp150 juta |
| Amphitheater & area festival | Rp200 juta |
| Playground & taman tematik | Rp150 juta |
| Mushola & toilet | Rp150 juta |
| Area parkir | Rp300 juta |
| Landscape & penataan kebun | Rp250 juta |
| Instalasi listrik | Rp150 juta |
| Instalasi air | Rp100 juta |
| CCTV & keamanan | Rp50 juta |
| Promosi awal | Rp100 juta |
| Perencanaan & supervisi | Rp200 juta |
| Contingency | Rp200 juta |
| TOTAL | Rp4 miliar |
MODEL PENDAPATAN
Kajian tidak hanya mengandalkan tiket masuk.
Proyeksi pendapatan tahun pertama:
| Sumber Pendapatan | Nilai |
|---|---|
| Tiket masuk | Rp1,20 miliar |
| Wisata petik durian | Rp300 juta |
| Restoran & Café Durian | Rp350 juta |
| Parkir | Rp120 juta |
| Penyewaan gazebo | Rp60 juta |
| Sewa kios UMKM | Rp180 juta |
| Festival Durian & Event | Rp140 juta |
| Penyewaan area kegiatan | Rp100 juta |
| TOTAL | Rp2,45 miliar |
Dengan demikian, model bisnisnya adalah diversifikasi pendapatan.
DAMPAK EKONOMI
Kajian memperkirakan Kawasan Agrowisata Durian Terpadu dapat menciptakan:
- sekitar 150 tenaga kerja langsung;
- sekitar 220 tenaga kerja tidak langsung;
- total sekitar 370 peluang kerja.
Tenaga kerja tidak langsung dapat muncul dari:
- transportasi wisata;
- jasa perjalanan;
- UMKM;
- pedagang kuliner;
- dokumentasi;
- pengrajin suvenir;
- homestay;
- penyelenggara kegiatan wisata.
KEUNGGULAN DAN RISIKO
Kekuatan
- sentra kebun durian masyarakat;
- durian sebagai produk unggulan lokal;
- potensi wisata alam dan pertanian;
- dapat mengintegrasikan pertanian, pariwisata, kuliner dan UMKM.
Kelemahan
- fasilitas wisata masih terbatas;
- sebagian infrastruktur perlu ditingkatkan;
- promosi dan pengelolaan destinasi belum optimal;
- membutuhkan modal relatif besar.
Peluang
- meningkatnya minat wisata alam dan agrowisata;
- peluang kuliner dan UMKM berbasis durian;
- dukungan pengembangan desa wisata;
- peluang investasi swasta.
Ancaman
- persaingan dengan agrowisata daerah lain;
- fluktuasi produksi akibat musim dan iklim;
- perubahan tren wisatawan;
- risiko kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola berkelanjutan.
Dasar Potensi
Katingan Hilir memiliki fungsi sebagai:
pusat pemerintahan + pusat perdagangan + simpul distribusi barang Kabupaten Katingan.
Wilayah ini terhubung dengan:
- jaringan jalan nasional;
- jaringan jalan provinsi;
- jaringan jalan kabupaten;
- transportasi sungai.
Selain itu terdapat:
- 3 agen jasa ekspedisi;
- perbankan;
- pusat perdagangan;
- kantor pemerintahan;
- jaringan telekomunikasi.
Kajian menyatakan bahwa fasilitas Gudang Logistik Modern dan Distribution Center dengan sistem pergudangan modern dan distribusi terpadu masih terbatas.
Ini menjadi dasar peluang investasi.
Bentuk Investasi
Konsep yang digunakan dalam kajian mencakup:
- dry warehouse;
- cold storage;
- loading dock;
- kantor operasional;
- area parkir;
- sistem keamanan;
- Warehouse Management System;
- peralatan pergudangan.
Asumsi Teknis
| Parameter | Asumsi |
|---|---|
| Luas lahan | 1 ha |
| Luas gudang | 1.500 m² |
| Dry warehouse | 1.200 m² |
| Cold storage | 300 m² |
| Loading dock | 3 unit |
| Okupansi Tahun 1 | 50% |
| Okupansi Tahun 2 | 60% |
| Okupansi Tahun 3 | 70% |
| Okupansi Tahun 4–10 | 80% |
| Tarif sewa | Rp90.000/m²/bulan |
| Pendapatan distribusi | 30% pendapatan gudang |
| Value Added Service | 15% pendapatan gudang |
| Umur proyek | 10 tahun |
| Discount rate | 10% |
Estimasi Investasi
Total CAPEX:
Rp8.000.000.000
Komponen utama:
- pembelian lahan: Rp700 juta;
- bangunan gudang: Rp3,4 miliar;
- kantor operasional: Rp400 juta;
- loading dock: Rp300 juta;
- cold storage: Rp900 juta;
- mekanikal & elektrikal: Rp600 juta;
- IT & WMS: Rp300 juta;
- peralatan gudang: Rp900 juta;
- komponen lainnya dan contingency.
Operasional
OPEX tahun pertama diperkirakan:
Rp1.950.000.000/tahun.
Komponen terbesar adalah gaji dan tunjangan sebesar Rp700 juta atau 35,9% dari OPEX.
Pendapatan
Pendapatan tahun pertama dalam kajian:
Rp3.450.000.000/tahun
terdiri dari:
| Sumber | Nilai |
|---|---|
| Penyewaan gudang | Rp2,25 miliar |
| Distribusi & handling | Rp750 juta |
| Value Added Service | Rp450 juta |
| Total | Rp3,45 miliar |
Tenaga Kerja
Diperkirakan:
- 100 tenaga kerja langsung saat operasional;
- 180 tenaga kerja selama konstruksi.
Selain itu terdapat potensi pekerjaan tidak langsung pada transportasi, ekspedisi, bongkar muat, packaging, peralatan logistik, makanan, kebersihan dan suku cadang.
Dasar Peluang
Katingan Hilir merupakan ibu kota Kabupaten Katingan dan pusat pemerintahan, perdagangan serta jasa.
Data fasilitas tahun 2025 yang digunakan dalam laporan menunjukkan:
- 2 unit hotel;
- 10 unit losmen/penginapan;
- 20 unit rumah makan/restoran;
- 3 agen jasa ekspedisi;
- perbankan tersedia;
- rumah sakit tersedia;
- kantor pemerintah kabupaten terpusat di Katingan Hilir.
Menurut kajian, kondisi tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, tetapi fasilitas akomodasi yang tersedia sebagian besar masih berupa hotel nonbintang dan losmen.
Karena itu, laporan merekomendasikan peluang:
Business Hotel
dengan KBLI:
55110 – Hotel Bintang.
Target Pasar
Berdasarkan narasi kajian, Business Hotel diarahkan untuk memenuhi kebutuhan:
- tamu pemerintahan;
- perjalanan dinas;
- pelaku bisnis;
- investor;
- kegiatan pertemuan;
- kegiatan MICE.
Fasilitas yang menjadi pembeda antara lain meeting room, ballroom, business center, restoran representatif dan layanan reservasi digital.
Asumsi Finansial
Ini penting: laporan menggunakan 40 kamar sebagai asumsi dasar analisis keuangan.
| Parameter | Asumsi Kajian |
|---|---|
| Klasifikasi | Hotel Bintang 3 |
| Jumlah kamar | 40 |
| Ballroom | 1 unit |
| Meeting room | 1 ruang |
| Restoran | 1 unit |
| Coffee shop | 1 unit |
| Hunian Tahun 1 | 45% |
| Hunian Tahun 2 | 50% |
| Hunian Tahun 3 | 55% |
| Hunian Tahun 4–10 | 60% |
| Tarif kamar | Rp500.000/kamar/malam |
| Umur proyek | 10 tahun |
| Discount rate | 10% |
Estimasi Investasi
CAPEX Business Hotel dalam kajian:
Rp15.000.000.000
atau Rp15 miliar.
Investasi mencakup antara lain lahan, gedung hotel, ballroom, restoran, area parkir, instalasi mekanikal-elektrikal, furnitur, perlengkapan kamar, sistem informasi, perizinan serta biaya pra-konstruksi dan pra-operasional.
Tenaga Kerja
Kajian juga memperkirakan Business Hotel dengan kapasitas 60 kamar dapat menyerap:
- sekitar 120 tenaga kerja langsung pada tahap operasional;
- sekitar 150 tenaga kerja selama konstruksi.
Perhatikan: angka 60 kamar ini berasal dari analisis penyerapan tenaga kerja, sedangkan asumsi finansial menggunakan 40 kamar. Jadi keduanya jangan digabung menjadi satu angka dalam buku tanpa penjelasan.
Dasar Potensi
Peluang pembangunan pabrik CPO didukung oleh keberadaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Katingan.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Katingan Dalam Angka 2026 yang digunakan dalam kajian, pada tahun 2025:
| Kecamatan | Luas Areal | Produksi |
|---|---|---|
| Katingan Hilir | 6.992,63 ha | 16.895 ton |
| Tewang Sangalang Garing | 5.572,75 ha | 11.421 ton |
Katingan Hilir merupakan sentra perkebunan rakyat kelapa sawit terbesar dalam data tersebut. Selain Katingan Hilir dan Tewang Sangalang Garing, bahan baku juga berasal dari Katingan Tengah, Tasik Payawan, Pulau Malan dan Kamipang yang diposisikan sebagai kawasan hinterland perkebunan kelapa sawit.
Artinya, dasar investasi CPO dalam laporan bukan sekadar karena terdapat perkebunan kelapa sawit, tetapi karena terdapat potensi pembentukan kawasan pasokan TBS dari Katingan Hilir dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya.
Peluang Investasi
Objek investasi:
Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil/CPO)
KBLI yang digunakan:
10431 – Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (CPO).
Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit melalui kegiatan pengolahan TBS menjadi CPO dan produk sampingnya.
Asumsi Teknis Kajian
Perlu diperhatikan bahwa angka berikut bukan kondisi pabrik yang sudah ada, melainkan asumsi yang digunakan dalam analisis investasi:
| Parameter | Asumsi Kajian |
|---|---|
| Kapasitas PKS | 30 ton TBS/jam |
| Jam operasi | 20 jam/hari |
| Hari operasi | 300 hari/tahun |
| Utilisasi Tahun 1–3 | 80% |
| Utilisasi Tahun 4–20 | 90% |
| Kapasitas efektif Tahun 1–3 | 144.000 ton TBS/tahun |
| Kapasitas efektif Tahun 4–20 | 162.000 ton TBS/tahun |
| Rendemen CPO | 22% |
| Rendemen Palm Kernel | 5% |
| Harga TBS | Rp2.800/kg |
| Harga CPO | Rp15.283,20/kg |
| Harga Palm Kernel | Rp8.000/kg |
| Umur proyek | 20 tahun |
Estimasi Investasi
Total CAPEX yang digunakan dalam kajian:
Rp533.423.556.120
atau sekitar Rp533,42 miliar.
Komponennya:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Konstruksi | Rp78,16 miliar |
| Landscape | Rp39,83 miliar |
| Pembelian lahan | Rp127,69 miliar |
| Bangunan produksi | Rp147,96 miliar |
| Fasilitas pendukung | Rp24,66 miliar |
| Tangki penyimpanan | Rp87,60 miliar |
| Mesin & peralatan produksi | Rp87,60 miliar |
| Utilitas | Rp57,50 miliar |
| Pasca konstruksi | Rp39,08 miliar |
| Contingency | Rp25,40 miliar |
| Total | Rp533,42 miliar |
Arah Pengembangan
Laporan mengidentifikasi peluang pengembangan industri turunan seperti:
- Palm Kernel Oil/PKO;
- refinery;
- biodiesel;
- oleokimia.
Namun, ini adalah peluang pengembangan lanjutan yang disebut dalam analisis SWOT, bukan proyek investasi utama yang dihitung dalam kajian.
Tantangan
Laporan juga mencatat beberapa risiko:
- fluktuasi harga CPO;
- persaingan dengan pabrik CPO daerah lain;
- kebutuhan teknologi pengolahan modern;
- keterbatasan tenaga kerja terampil;
- kebutuhan peningkatan infrastruktur kawasan dan utilitas;
- tuntutan standar keberlanjutan;
- risiko lingkungan dan konflik pemanfaatan lahan.
Jadi narasi investasinya sebaiknya tidak hanya mengatakan “potensi CPO sangat besar”, tetapi juga menjelaskan bahwa keberhasilan proyek bergantung pada kontinuitas pasokan TBS, efisiensi produksi, teknologi, infrastruktur dan pengelolaan risiko.
Untuk mempertahankan kesegaran ikan hasil tangkapan, dibutuhkan usaha pendukung seperti cold storage maupun media pendingin lainnya, salah satunya adalah es batu. Hal ini membuka peluang investasi pabrik es batu untuk mendukung sektor perikanan tangkap maupun budidaya di Kabupaten Katingan.
Selain sektor perikanan, kebutuhan es batu juga meningkat dari sektor kuliner, khususnya untuk penyajian minuman dingin. Dahulu, es batu umumnya digunakan dalam bentuk balok besar yang kemudian dihancurkan menjadi ukuran lebih kecil. Namun seiring perkembangan teknologi, kini tersedia berbagai bentuk es batu yang lebih praktis, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Salah satu jenis yang berkembang adalah es batu kristal, yang memiliki bentuk lebih kecil, jernih, dan siap pakai tanpa perlu dihancurkan. Ukurannya umumnya berkisar antara 3 mm hingga 45 mm, sehingga lebih praktis dan diminati oleh pasar.
Dengan meningkatnya kebutuhan dari sektor perikanan dan kuliner, pabrik es batu kristal memiliki potensi pasar yang cukup luas.
Deskripsi Proyek
Pembangunan pabrik es batu kristal skala kecil dengan kapasitas produksi 2 ton per hari untuk mendukung sektor perikanan dan kuliner di Kabupaten Katingan.
Aspek Legal dan Administrasi
Usaha pabrik es batu kristal merupakan usaha pendukung sektor perikanan dan kuliner yang dapat berbentuk:
- UD (Usaha Dagang)
- CV (Commanditaire Vennootschap)
- PT (Perseroan Terbatas)
Seluruh kegiatan usaha harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk badan usaha berbentuk PT mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Aspek Teknis
a. Lingkup Proyek
Meliputi:
- Pembangunan fasilitas produksi
- Pengadaan mesin es kristal dan instalasi
- Proses produksi dan distribusi
b. Lokasi dan Aksesibilitas
- Provinsi: Kalimantan Tengah
- Kabupaten: Katingan
- Kecamatan: Katingan Hilir
Lokasi didukung oleh akses jalan yang baik dan berada dekat dengan pusat aktivitas ekonomi (Kasongan), sehingga mudah dijangkau.
c. Infrastruktur Pendukung
Didukung oleh:
- Jalan umum
- Ketersediaan listrik
- Kedekatan dengan pasar konsumen
d. Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Katingan cukup memadai dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 3.970 orang.
Aspek Pasar
Prospek usaha es batu kristal didukung oleh:
Sektor Perikanan
- Produksi perikanan > 23 ribu ton/tahun
- Kebutuhan es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan
Sektor Kuliner
- Jumlah penduduk Kecamatan Katingan Hilir ±42 ribu jiwa
- Dengan asumsi target pasar 5%, terdapat ±2.000 konsumen potensial harian
Dengan kebutuhan es yang tinggi untuk penyimpanan ikan dan konsumsi harian, pasar es batu kristal sangat terbuka dan berkelanjutan.
Aspek Keuangan dan Kelayakan
Biaya Investasi
Total investasi sekitar Rp665,5 juta, meliputi:
- Mesin es kristal
- Cold storage/chiller
- Instalasi listrik
- Peralatan pendukung
- Kendaraan operasional
Asumsi
- Inflasi: 3,5% per tahun
- Discount factor: 10%
- Kapasitas produksi: 2 ton/hari
- Hari operasional: 360 hari/tahun
- Harga jual: Rp20.000 per kemasan (20 kg)
- Tahun pertama produksi: 70%
- Tahun kedua: 80%
Hasil Analisis
- NPV: ±Rp643 juta
- IRR: ±28,1%
- Payback Period: ±3,4 tahun
👉 Kesimpulan: Layak secara finansial dan menarik untuk investasi
Kesimpulan Umum
Dengan nilai IRR yang jauh di atas discount factor serta NPV yang positif, investasi pabrik es batu kristal memiliki tingkat pengembalian yang cepat dan risiko relatif rendah.
Selain memberikan keuntungan secara finansial, usaha ini juga:
- Mendukung sektor perikanan
- Menunjang industri kuliner
- Meningkatkan aktivitas ekonomi lokal
Pengolahan padi (gabah) menjadi beras saat ini masih banyak dilakukan oleh usaha penggilingan padi skala kecil, sehingga kualitas beras yang dihasilkan belum maksimal. Kehadiran pabrik penggilingan padi modern (P3M) mampu mengolah gabah menjadi beras dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
Peluang usaha penggilingan padi modern sangat menjanjikan karena kebutuhan pangan masyarakat masih sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya padi. Beras sebagai hasil olahan padi merupakan komoditas penting dan strategis baik secara sosial, ekonomi, maupun politik.
Selain itu, pembangunan pabrik penggilingan padi modern didukung oleh kondisi Kabupaten Katingan sebagai salah satu daerah penghasil gabah terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga ketersediaan bahan baku relatif terjamin.
Berdasarkan data tahun 2023, produksi padi di Kabupaten Katingan mencapai 36.180 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen sekitar 12.042 hektare. Produksi tersebut setara dengan sekitar 21.491 ton beras, dengan total luas lahan pertanian mencapai 101.093 hektare (Sumber: BPS Kalimantan Tengah Dalam Angka 2024).
Deskripsi Proyek
Proyek yang ditawarkan adalah pembangunan pabrik penggilingan padi modern dengan kapasitas pengolahan sebesar 1,5 ton gabah kering panen (GKP) per jam, yang berlokasi di Kecamatan Katingan Kuala.
Aspek Legal dan Administrasi
Pengembangan sektor hilirisasi (downstreaming) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Program ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diperlukan investasi yang memadai agar hasil produksi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Dukungan kebijakan pemerintah serta ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses hilirisasi tersebut.
Sesuai dengan Rencana Pembangunan (RPJM) Kabupaten Katingan, pengembangan sektor strategis dilakukan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan potensi unggulan daerah. Kabupaten Katingan telah menetapkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan melalui Peraturan Bupati Nomor 870/53 Tahun 2023 tentang Penetapan Produk Unggulan Daerah.
Dengan kebijakan tersebut, pengembangan agroindustri berbasis tanaman pangan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi, sehingga komoditas yang dihasilkan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Aspek Teknis
a. Lingkup Proyek Investasi
Lingkup proyek meliputi:
- Pembangunan pabrik dan pekerjaan sipil
- Pengadaan mesin, peralatan, dan instalasi
- Perizinan
- Pengadaan peralatan kantor
b. Lokasi dan Aksesibilitas
- Provinsi: Kalimantan Tengah
- Kabupaten: Katingan
- Kecamatan: Katingan Kuala
- Desa: Jaya Makmur, Pegatan, dan Bumi Subur
Akses menuju lokasi masih memerlukan peningkatan, namun dapat ditempuh melalui jalur darat dan sungai dari Kota Kasongan dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam.
c. Infrastruktur Pendukung
Lokasi investasi didukung oleh kedekatan dengan wilayah pasar potensial di Kotawaringin Timur serta akses transportasi melalui jalur sungai.
Aspek Sumber Daya
a. Tenaga Kerja
Jumlah penduduk Kabupaten Katingan tahun 2023 sekitar 80.066 jiwa, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3.970 orang. Ketersediaan tenaga kerja dinilai cukup untuk mendukung operasional pabrik.
b. Bahan Baku
Kecamatan Katingan Kuala merupakan salah satu pusat produksi padi di Kabupaten Katingan, dengan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan sekitar 10.830 hektare atau 90% dari total luas lahan di wilayah tersebut.
Produksi padi di wilayah ini diperkirakan mencapai 36.180 ton per tahun, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik penggilingan padi modern.
Aspek Pasar
Beras merupakan komoditas strategis yang memiliki permintaan tinggi dan stabil. Produksi beras Kabupaten Katingan pada tahun 2023 mencapai sekitar 21.491 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai sekitar 16.604 ton per tahun.
Harga beras di pasaran relatif stabil namun dipengaruhi oleh faktor musim. Pada periode tertentu, harga beras medium berkisar antara Rp15.000–Rp17.000 per kilogram, sedangkan harga gabah berada pada kisaran Rp5.600 per kilogram.
Aspek Keuangan dan Kelayakan
Investasi pembangunan pabrik penggilingan padi modern diperkirakan mencapai sekitar Rp7,46 miliar, dengan kebutuhan modal kerja sekitar Rp2,10 miliar.
Proyeksi pendapatan tahunan mencapai sekitar Rp27,56 miliar, dengan hasil analisis kelayakan sebagai berikut:
- NPV: positif ± Rp5,4 miliar
- IRR: ± 23,7%
- Payback Period: ± 4 tahun
Hasil tersebut menunjukkan bahwa investasi ini layak secara finansial.
Aspek Sosial dan Lingkungan
Pembangunan pabrik ini memberikan dampak positif, antara lain:
- Membuka lapangan kerja
- Mengurangi tingkat pengangguran
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Mendukung ketahanan pangan daerah
Dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat diminimalkan melalui pengelolaan limbah, pengendalian debu, serta penanaman vegetasi sebagai buffer zone.
Aspek Keberlanjutan
Peluang investasi ini dinilai berkelanjutan karena didukung oleh:
- Ketersediaan bahan baku
- Tingginya permintaan beras
- Dukungan kebijakan pemerintah
Namun, diperlukan penyesuaian dalam perencanaan tata ruang wilayah agar kawasan industri pengolahan dapat berkembang secara optimal.
Perkebunan besar swasta (PBS) umumnya memiliki pabrik minyak kelapa sawit untuk menampung hasil panennya menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai hasil akhir perkebunan. Perkebunan sawit di Kabupaten Katingan banyak berlokasi di Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kecamatan Katingan Tengah, dan Kecamatan Tasik Payawan.
Untuk perkebunan rakyat, hasil panen berupa tandan buah segar (TBS) biasanya dijual ke penampung yang kemudian dikirim ke pabrik milik PBS untuk diolah menjadi CPO. Hal ini menjadi salah satu peluang investasi dalam pengembangan industri pengolahan minyak sawit skala kecil (UKM), guna mengurangi ketergantungan petani terhadap perusahaan besar.
Adapun luas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Katingan mencapai sekitar 17.353 hektare dengan produksi tahun 2023 sebesar ±16.525,7 ton CPO. Kecamatan Katingan Hilir memiliki luas areal terbesar sekitar 6.855,7 hektare dengan produksi 9.125 ton, diikuti Kecamatan Tewang Sanggalang Garing seluas 5.358,8 hektare dengan produksi 2.750 ton (BPS, Kabupaten Katingan Dalam Angka 2024).
Pendirian pabrik minyak sawit dengan kapasitas produksi 3.500 ton CPO per tahun membutuhkan bahan baku sekitar 17.500 ton tandan buah segar (TBS), yang dapat dipenuhi dari perkebunan rakyat dengan luas sekitar 2.000–3.000 hektare. Kehadiran pabrik skala kecil ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian petani serta mengurangi ketergantungan pada perusahaan besar.
Deskripsi Proyek
Proyek yang ditawarkan adalah pembangunan pabrik minyak sawit skala kecil dengan kapasitas produksi 3.500 ton CPO per tahun.
Aspek Legal dan Administrasi
Program hilirisasi (downstreaming) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk dengan harga jual yang lebih tinggi. Selain itu, program ini juga membuka peluang lapangan kerja yang luas di daerah.
Pengembangan industri ini membutuhkan investasi yang cukup besar serta riset yang matang agar produk dapat diolah menjadi lebih bernilai. Dukungan kebijakan pemerintah dan infrastruktur menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses hilirisasi.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014, kegiatan usaha ekstraksi minyak kelapa sawit (CPO) masih berada dalam kewenangan Kementerian Pertanian melalui izin Usaha Perkebunan Terintegrasi Pengolahan (IUP-P). Sedangkan industri lanjutan dari CPO berada di bawah kewenangan Kementerian Perindustrian.
Aspek Teknis
a. Lingkup Proyek Investasi
Meliputi pembangunan pabrik pengolahan minyak sawit (CPO) dengan kapasitas terpasang 3.500 ton per tahun, termasuk:
- Pembangunan fasilitas pabrik
- Pengadaan mesin dan peralatan
- Instalasi dan utilitas
b. Lokasi dan Aksesibilitas
- Provinsi: Kalimantan Tengah
- Kabupaten: Katingan
- Kecamatan: Katingan Hilir, Tewang Sanggalang Garing
Aksesibilitas didukung oleh jaringan jalan yang menghubungkan wilayah produksi dengan ibukota kabupaten (Kasongan) serta akses menuju Palangka Raya.
c. Infrastruktur Pendukung
Kondisi jalan relatif memadai untuk mendukung distribusi bahan baku dan hasil produksi.
Aspek Sumber Daya
a. Tenaga Kerja
Jumlah penduduk usia kerja Kabupaten Katingan tahun 2023 sekitar 80.066 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 3.970 orang. Hal ini menunjukkan ketersediaan tenaga kerja yang cukup untuk mendukung operasional pabrik.
b. Bahan Baku
Ketersediaan bahan baku berupa TBS cukup melimpah dari perkebunan rakyat. Produksi TBS Kabupaten Katingan tahun 2023 mencapai sekitar 102.548 ton.
Distribusi produksi:
- Kecamatan Katingan Hilir: ±6.855,7 Ha
- Kecamatan Tewang Sanggalang Garing: ±5.358,8 Ha
Produksi tersebut mampu mendukung kebutuhan bahan baku pabrik secara berkelanjutan.
Proses Produksi
Proses produksi minyak sawit secara umum meliputi:
- Pengumpulan tandan buah segar (TBS)
- Sterilisasi menggunakan uap panas untuk melunakkan buah
- Perontokan (threshing) untuk memisahkan buah dari tandan
- Ekstraksi minyak kasar
- Penyaringan untuk menghilangkan kotoran
- Pemurnian (refining)
Aspek Lahan
Lahan tersedia merupakan milik masyarakat dan berada dalam kawasan RTRW yang diperuntukkan bagi industri. Lahan dapat disewa dengan jangka waktu panjang (±20 tahun atau lebih).
Aspek Pasar
Target pasar utama adalah industri pengolahan lanjutan seperti pabrik minyak goreng di wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu, pabrik ini juga dapat menampung TBS dari petani lokal.
Harga CPO di pasar internasional (Rotterdam) per Juli 2024 berada di kisaran ±USD 1.020 per metrik ton. Harga TBS di tingkat petani Kalimantan Tengah sekitar Rp2.860/kg.
Pasar CPO bersifat fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi global, permintaan industri, serta faktor musiman.
Aspek Keuangan dan Kelayakan
Perkiraan biaya investasi pembangunan pabrik mencapai sekitar Rp8,05 miliar.
Asumsi utama:
- Inflasi: 3,5% per tahun
- Discount factor: 10%
- Kapasitas produksi: 3.500 ton/tahun
- Harga jual CPO: ±Rp11.867/kg
- Net profit margin: ±4,7%
Hasil analisis kelayakan:
- NPV: ±Rp3,086 miliar (positif)
- IRR: ±18,6%
- Payback Period: ±4,5 tahun
Dengan hasil tersebut, investasi ini dinilai layak secara finansial.
Aspek Sosial dan Lingkungan
Dampak positif:
- Membuka lapangan kerja
- Mengurangi pengangguran
- Meningkatkan pendapatan masyarakat
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Dampak lingkungan:
- Potensi pencemaran air, udara, dan tanah
- Dapat diminimalkan dengan teknologi pengolahan limbah dan pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif
Aspek Keberlanjutan
Investasi ini memiliki prospek keberlanjutan yang baik karena:
- Ketersediaan bahan baku melimpah
- Permintaan pasar tinggi
- Dukungan kebijakan pemerintah
Namun, diperlukan penyesuaian dalam perencanaan tata ruang wilayah agar pengembangan industri dapat berjalan optimal.
Selain itu, dari perspektif pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), investasi ini berpotensi memberikan dampak positif dalam pengurangan kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, dengan dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah.
Industri hilir dari produk kelapa sawit dengan bahan baku minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) antara lain adalah minyak goreng (olein), margarin (stearin), dan berbagai produk turunan lainnya.
Pabrik minyak goreng sawit (olein) selain menghasilkan olein sebagai produk utama, juga menghasilkan produk samping berupa margarin (stearin). Dalam proses pengolahan, setiap 1 ton CPO dapat menghasilkan sekitar 750 kg olein (75%), 200 kg stearin (20%), dan sekitar 5% merupakan produk samping lainnya.
Industri hilir kelapa sawit sangat potensial untuk dikembangkan mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah serta dukungan dari sektor perkebunan yang terus berkembang.
Potensi dan Dukungan Sumber Daya
- Luas perkebunan kelapa sawit nasional terus meningkat, dari sekitar 10,47 juta Ha pada tahun 2013 menjadi ±15,43 juta Ha pada tahun 2023 (BPS).
- Produksi minyak sawit nasional meningkat dari 17,77 juta ton (2013) menjadi 46,98 juta ton (2023).
- Di Provinsi Kalimantan Tengah, luas perkebunan mencapai ±1.936.605 Ha dengan produksi sekitar 3.177.653 ton CPO.
- Di Kabupaten Katingan, luas perkebunan mencapai ±102.548,7 Ha dengan produksi ±227.707 ton CPO.
- Perkebunan rakyat memiliki luas ±17.353 Ha dengan produksi sekitar 16.525,7 ton (2023).
Deskripsi Proyek
Pembangunan pabrik minyak goreng sawit dengan kapasitas produksi 7.500 ton per tahun.
Aspek Legal dan Administrasi
Program hilirisasi (downstreaming) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk dengan harga jual lebih tinggi serta membuka peluang lapangan kerja.
Pemerintah telah mendorong hilirisasi melalui berbagai kebijakan, antara lain:
- Pembatasan ekspor bahan mentah (CPO)
- Pengenaan tarif lebih tinggi pada ekspor bahan mentah
- Pengembangan pasar domestik
- Program biodiesel
Regulasi terkait antara lain Permendag Nomor 49 dan 50 Tahun 2022 yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi pelaku usaha.
Aspek Teknis
a. Lingkup Proyek
Meliputi pembangunan pabrik minyak goreng dengan kapasitas 7.500 ton per tahun, termasuk:
- Fasilitas produksi
- Mesin dan peralatan
- Instalasi dan utilitas
b. Lokasi dan Aksesibilitas
- Provinsi: Kalimantan Tengah
- Kabupaten: Katingan
- Kecamatan: Katingan Hilir, Tewang Sanggalang Garing
Lokasi memiliki akses yang cukup baik ke ibukota kabupaten (Kasongan) dan ke Palangka Raya.
c. Infrastruktur Pendukung
Didukung oleh jaringan jalan yang memadai untuk distribusi bahan baku dan hasil produksi.
Aspek Sumber Daya
a. Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja tersedia cukup memadai dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 3.970 orang (2023).
b. Bahan Baku
Bahan baku utama berupa CPO tersedia cukup besar dari perkebunan di Kabupaten Katingan dengan produksi mencapai ±227.707 ton per tahun.
Distribusi utama:
- Katingan Hilir
- Tewang Sanggalang Garing
Proses Produksi
Proses produksi minyak goreng sawit meliputi:
- Degumming
Pemisahan kotoran seperti fosfatida, protein, dan getah menggunakan asam fosfat. - Neutralisasi
Menghilangkan asam lemak bebas dengan larutan alkali. - Bleaching
Pemucatan warna menggunakan adsorben seperti tanah pemucat (bleaching earth). - Deodorisasi
Menghilangkan bau dan zat volatil melalui proses vakum dan pemanasan. - Fraksinasi
Pemisahan menjadi olein (minyak goreng) dan stearin (bahan margarin).
Aspek Lahan
Lahan tersedia berada pada kawasan RTRW yang diperuntukkan untuk industri dan dapat disewa dalam jangka panjang (±20 tahun atau lebih).
Aspek Pasar
Target pasar utama:
- Wilayah Kalimantan Tengah
- Kabupaten sekitar (Kotawaringin Timur, Seruyan, Palangka Raya, dll)
Perkiraan:
- Jumlah penduduk ±1,3 juta jiwa
- Konsumsi minyak goreng ±11,4 kg/kapita/tahun
- Total kebutuhan sekitar ±15.330 ton/tahun
Dengan kapasitas produksi 7.500 ton/tahun, pabrik dapat memenuhi sebagian kebutuhan pasar regional.
Harga minyak goreng curah:
- ±Rp14.550/liter (2023)
- ±Rp15.840/liter (2024)
- Kalimantan Tengah ±Rp17.160/liter
Aspek Keuangan dan Kelayakan
Biaya Investasi
Diperkirakan sekitar Rp16,27 miliar
Asumsi
- Inflasi: 3,5% per tahun
- Discount factor: 10%
- Kapasitas: 7.500 ton/tahun
- Harga jual: ±Rp16.000/liter
- Net profit margin: ±3,47%
Hasil Analisis
- NPV: ±Rp12,36 miliar
- IRR: ±23,8%
- Payback Period: ±4,4 tahun
👉 Kesimpulan: Layak secara finansial
Aspek Sosial dan Ekonomi
Dampak positif:
- Membuka lapangan kerja
- Mengurangi pengangguran
- Mengurangi kemiskinan
- Meningkatkan kapasitas SDM
- Mendukung ketahanan pangan
- Mendorong pertumbuhan ekonomi
Aspek Lingkungan
Potensi dampak:
- Emisi gas (CO₂, CH₄, dll)
- Limbah cair dan padat
Mitigasi:
- Pengolahan limbah terpadu
- Pemanfaatan limbah sebagai energi
- Substitusi bahan bakar fosil dengan biomassa (tandan kosong sawit)
Aspek Keberlanjutan
Peluang investasi ini sangat prospektif karena:
- Bahan baku melimpah
- Permintaan pasar tinggi
- Dukungan kebijakan pemerintah
Namun perlu:
- Penyesuaian tata ruang wilayah
- Penyediaan kawasan industri
- Dukungan kebijakan berkelanjutan
Dari perspektif SDGs, investasi ini berkontribusi pada:
- Pengurangan kemiskinan
- Peningkatan ekonomi daerah
- Penciptaan lapangan kerja
Cold storage merupakan suatu sistem penyimpanan bahan baku ikan segar sehingga dapat digunakan ketika dibutuhkan. Usaha ini menjadi pendukung penting bagi sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya di Kabupaten Katingan.
Cold storage berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara hasil panen perikanan yang tidak langsung dipasarkan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti menunggu harga yang lebih baik, kebutuhan distribusi, atau sebagai bagian dari proses rantai pasok.
Suhu ruang penyimpanan pada cold storage berkisar antara -30°C hingga -60°C, sehingga produk dapat dibekukan dan mempertahankan kualitasnya lebih lama.
Deskripsi Proyek
Pembangunan usaha jasa cold storage skala kecil dengan kapasitas 25 ton untuk mendukung sektor perikanan di Kabupaten Katingan.
Aspek Legal dan Administrasi
Usaha cold storage merupakan usaha pendukung sektor perikanan yang dapat dijalankan dalam bentuk:
- UD (Usaha Dagang)
- CV (Commanditaire Vennootschap)
- PT (Perseroan Terbatas)
Seluruh kegiatan usaha harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk badan usaha berbentuk PT, mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Aspek Teknis
a. Lingkup Proyek
Meliputi:
- Pembangunan fasilitas cold storage
- Pengadaan peralatan dan mesin pendingin
- Instalasi dan operasional penyimpanan
b. Lokasi dan Aksesibilitas
- Provinsi: Kalimantan Tengah
- Kabupaten: Katingan
- Kecamatan: Kamipang, Mendawai, Tasik Payawan, Katingan Hilir
Lokasi berada pada wilayah sentra perikanan yang mendukung aktivitas produksi dan distribusi.
c. Infrastruktur Pendukung
Didukung oleh akses transportasi yang cukup memadai untuk distribusi hasil perikanan.
Aspek Sumber Daya
a. Tenaga Kerja
Jumlah angkatan kerja Kabupaten Katingan tahun 2023 sekitar 80.066 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3.970 orang. Hal ini menunjukkan ketersediaan tenaga kerja yang cukup untuk mendukung operasional cold storage.
Aspek Pasar
Prospek usaha cold storage sangat didukung oleh produksi perikanan di Kabupaten Katingan yang relatif stabil, dengan produksi lebih dari 23 ribu ton per tahun.
Pada tahun 2022:
- Produksi perikanan mencapai 23.861 ton
- Perikanan tangkap mendominasi sekitar 65,4%
Cold storage berperan dalam:
- Menyimpan hasil tangkapan
- Memperpanjang umur simpan ikan
- Menjaga kualitas produk
- Menstabilkan harga pasar
Dengan demikian, keberadaan cold storage menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor perikanan daerah.
Aspek Keuangan dan Kelayakan
Biaya Investasi
Total kebutuhan investasi sekitar Rp1,43 miliar, meliputi:
- Sewa lahan
- Mesin cold storage dan freezer
- Bangunan dan fasilitas pendukung
- Peralatan operasional
Asumsi
- Inflasi: 3,5% per tahun
- Discount factor: 10%
- Kapasitas: 25 ton
- Tingkat okupansi: 75%
- Hari operasional: 350 hari/tahun
- Tarif sewa: Rp200/kg/hari
Hasil Analisis
- NPV: ±Rp517 juta
- IRR: ±17,4%
- Payback Period: ±5 tahun
👉 Kesimpulan: Layak secara finansial
Kesimpulan Umum
Dengan tingkat IRR yang lebih tinggi dibandingkan discount factor serta nilai NPV yang positif, investasi cold storage dinilai memiliki prospek yang baik dan layak untuk dikembangkan.
Selain memberikan keuntungan secara finansial, usaha ini juga berperan penting dalam mendukung stabilitas sektor perikanan, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
