LOADING

Video Profil

Profil Investasi
Kabupaten Katingan

Jelajahi peluang investasi menarik dan infrastruktur unggulan di Kabupaten Katingan melalui video profil resmi ini.

Lihat di YouTube
Realisasi Investasi
Realisasi Investasi 2026
Capaian 2026
Rp 190.63 Miliar
(22,30%)
dari target tahun 2026
Rp 855.00 Miliar
▼ 83% (YoY)
Penyerapan Tenaga Kerja
4.115 orang
Kontribusi PMA & PMDN 2026
PMA (8,93%)
Rp 17.03 Miliar
PMDN (91,07%)
Rp 173.60 Miliar

Video

Albumin, Ekowisata dan Bursa Karbon

Gerbang Paraga

Mengagumi Keindahan Punggualas di Taman Nasional Sebangau

Komoditas Unggulan

SK Bupati Katingan
Nomor 53 Tahun 2023

ROTAN
ROTAN
Kabupaten Katingan merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya hasil hutan bukan kayu berupa rot...

Kabupaten Katingan merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya hasil hutan bukan kayu berupa rotan. Rotan dari wilayah ini dikenal memiliki kualitas yang baik, kuat, lentur, dan tahan lama, sehingga sangat cocok dijadikan berbagai produk kerajinan bernilai tinggi.

Produk unggulan rotan Kabupaten Katingan meliputi berbagai jenis kerajinan seperti kursi, meja, keranjang, tikar, tas, hingga aksesoris rumah tangga dan dekorasi interior. Produk-produk ini dihasilkan oleh para pengrajin lokal yang memiliki keterampilan turun-temurun, sehingga setiap karya memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri.

Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, produk rotan dari Kabupaten Katingan juga memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Hal ini didukung oleh tren global yang semakin mengarah pada penggunaan produk ramah lingkungan dan berbahan alami.

Pengembangan industri rotan di Kabupaten Katingan juga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta mendorong pelestarian budaya lokal. Dengan dukungan pemerintah daerah melalui pelatihan, pembinaan, dan promosi, diharapkan produk rotan Katingan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon unggulan daerah.

DURIAN
DURIAN
Keunggulan varietas Durian Katingann secara umum adalah produktivitasnya yang tinggi, warna daging buah yang menarik yaitu kuning, oranye, hingga merah, masa si...

Keunggulan varietas Durian Katingann secara umum adalah produktivitasnya yang tinggi, warna daging buah yang menarik yaitu kuning, oranye, hingga merah, masa simpannya relatif lama, bentuk dan ukuran buah ideal, serta ada yang dapat berbuah lebih dari satu kali dalam 1 tahun.

PRODUK OLAHAN IKAN
PRODUK OLAHAN IKAN
Produk ikan di Katingan terbagi dalam dua jenis yaitu: Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Jumlah produksi pada tahun 2023 dari perikanan tangkap pada per...

Produk ikan di Katingan terbagi dalam dua jenis yaitu: Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Jumlah produksi pada tahun 2023 dari perikanan tangkap pada perairan umum sebanyak 5.792,03 Ton, sedangkan dari perikanan budidaya pada perairan umum sebanyak 6.292,24 Ton.
Produk olahan ikan yang ada di Katingan berupa produk UMK yaitu: kerupuk ikan, amplang ikan, ikan asin, terasi dan berbagai macam produk olahan lainnya.

BERAS
BERAS
Luas Areal Padi di Katingan adalah 12.042 Ha, dimana total produksi tahun 2023 sebesar 36.180 ton dengan produktivitas 3.00 ton/Ha. daerah produksi padi (beras)...

Luas Areal Padi di Katingan adalah 12.042 Ha, dimana total produksi tahun 2023 sebesar 36.180 ton dengan produktivitas 3.00 ton/Ha. daerah produksi padi (beras) di Katingan saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Pulau Malan, Mendawai dan Katingan Kuala.

174,350 Ribu

Populasi 2026

Rp 13,066.141 Miliar

Produk Domestik Regional Bruto 2026

0.00%

Pertumbuhan Ekonomi 2026

Peluang Investasi

Peta Peluang Investasi
Peta Peluang Investasi
Peta Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Katingan menggambarkan sebaran wila...

Peta Potensi dan Peluang Investasi Kabupaten Katingan menggambarkan sebaran wilayah kecamatan beserta lokasi peluang investasi prioritas yang telah diidentifikasi di Kabupaten Katingan. Peta ini mencakup seluruh wilayah kecamatan dan memberikan gambaran spasial mengenai posisi masing-masing peluang investasi.

Dalam peta tersebut ditampilkan empat peluang investasi utama, yaitu:

  1. Pabrik Pengolahan CPO yang diarahkan di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, sebagai peluang investasi pada sektor industri pengolahan kelapa sawit.
  2. Business Hotel di Kecamatan Katingan Hilir, yang mendukung kebutuhan akomodasi dan aktivitas bisnis serta pemerintahan.
  3. Gudang Logistik Modern di Kecamatan Katingan Hilir, sebagai peluang pengembangan fasilitas pergudangan dan distribusi barang.
  4. Kawasan Agrowisata Durian di Kecamatan Tewang Sangalang Garing, yang memanfaatkan potensi komoditas durian dan pengembangan wisata berbasis pertanian.

Peta juga menampilkan batas dan identitas 13 kecamatan di Kabupaten Katingan dengan warna yang berbeda, yaitu Bukit Raya, Kamipang, Katingan Hilir, Katingan Hulu, Katingan Kuala, Katingan Tengah, Marikit, Mendawai, Petak Malai, Pulau Malan, Sanaman Mantikei, Tasik Payawan, dan Tewang Sangalang Garing.

Secara keseluruhan, peta ini memberikan gambaran awal mengenai persebaran peluang investasi strategis Kabupaten Katingan, sekaligus menunjukkan bahwa peluang investasi tidak hanya berorientasi pada satu sektor, tetapi mencakup industri pengolahan, jasa akomodasi, logistik dan distribusi, serta pariwisata berbasis potensi lokal.

Peta ini dapat digunakan sebagai media informasi dan promosi investasi bagi calon investor untuk memperoleh gambaran mengenai lokasi dan jenis peluang investasi yang tersedia di Kabupaten Katingan.

KAWASAN AGROWISATA DURIAN TERPADU
KAWASAN AGROWISATA DURIAN TERPADU
KAWASAN AGROWISATA DURIAN TERPADU KBLI: 93240 – Aktivitas Taman Rekreasi da...

KAWASAN AGROWISATA DURIAN TERPADU

 

KBLI: 93240 – Aktivitas Taman Rekreasi dan Wisata. 

POTENSI DURIAN

Ini justru merupakan salah satu data terkuat dari Kecamatan Tewang Sangalang Garing.

Berdasarkan BPS Kabupaten Katingan Dalam Angka 2026:

Produksi durian Tewang Sangalang Garing

2024: 479 kuintal

2025: 3.548 kuintal

Kontribusi 2025: 49,83% produksi durian Kabupaten Katingan.

Total produksi durian Kabupaten Katingan tahun 2025 adalah 7.119,67 kuintal.

Jadi, kalau kita ingin membuat narasi promosi yang kuat dan tetap faktual, kalimat yang paling aman adalah:

“Tewang Sangalang Garing merupakan sentra produksi durian utama Kabupaten Katingan, dengan kontribusi 49,83% terhadap produksi durian Kabupaten Katingan pada tahun 2025.”

Ini jauh lebih kuat daripada sekadar mengatakan “Tewang Sangalang Garing memiliki potensi durian.”

KONSEP AGROWISATA

Laporan mengarahkan pengembangan kawasan untuk mengintegrasikan:

Kebun Durian → Wisata → Edukasi → Kuliner → UMKM → Ekonomi Kreatif.

Aktivitas yang secara eksplisit disebut dalam laporan antara lain:

  • wisata petik durian;
  • edukasi budidaya durian;
  • wisata kuliner berbasis durian;
  • pelatihan teknik budidaya;
  • Festival Durian Kabupaten Katingan;
  • pusat oleh-oleh;
  • produk olahan durian. 

ASUMSI KAWASAN

Dalam analisis investasi, digunakan:

ParameterAsumsi Kajian
Luas kawasan20 ha
Umur proyek15 tahun
Discount rate10%
Pertumbuhan pendapatan5%/tahun
Pertumbuhan biaya3%/tahun
Pengunjung tahun pertama40.000 orang
Pertumbuhan pengunjung6%/tahun
Tiket masukRp30.000/orang
Hari operasional365 hari/tahun

 

Sekali lagi, 20 hektare dan 40.000 pengunjung bukan data eksisting, tetapi asumsi analisis investasi.

KEBUTUHAN INVESTASI

Total CAPEX:

Rp4.000.000.000

atau sekitar Rp4 miliar.

Komponen utama:

KomponenNilai
Pembelian lahanRp500 juta
Pematangan lahanRp200 juta
Jalan & drainaseRp450 juta
Visitor CenterRp400 juta
Restoran & Café DurianRp450 juta
Kios UMKM & pusat oleh-olehRp250 juta
Gazebo & shelterRp150 juta
Amphitheater & area festivalRp200 juta
Playground & taman tematikRp150 juta
Mushola & toiletRp150 juta
Area parkirRp300 juta
Landscape & penataan kebunRp250 juta
Instalasi listrikRp150 juta
Instalasi airRp100 juta
CCTV & keamananRp50 juta
Promosi awalRp100 juta
Perencanaan & supervisiRp200 juta
ContingencyRp200 juta
TOTALRp4 miliar

 

MODEL PENDAPATAN

Kajian tidak hanya mengandalkan tiket masuk.

Proyeksi pendapatan tahun pertama:

Sumber PendapatanNilai
Tiket masukRp1,20 miliar
Wisata petik durianRp300 juta
Restoran & Café DurianRp350 juta
ParkirRp120 juta
Penyewaan gazeboRp60 juta
Sewa kios UMKMRp180 juta
Festival Durian & EventRp140 juta
Penyewaan area kegiatanRp100 juta
TOTALRp2,45 miliar

Dengan demikian, model bisnisnya adalah diversifikasi pendapatan.

 

DAMPAK EKONOMI

Kajian memperkirakan Kawasan Agrowisata Durian Terpadu dapat menciptakan:

  • sekitar 150 tenaga kerja langsung;
  • sekitar 220 tenaga kerja tidak langsung;
  • total sekitar 370 peluang kerja

Tenaga kerja tidak langsung dapat muncul dari:

  • transportasi wisata;
  • jasa perjalanan;
  • UMKM;
  • pedagang kuliner;
  • dokumentasi;
  • pengrajin suvenir;
  • homestay;
  • penyelenggara kegiatan wisata.

KEUNGGULAN DAN RISIKO

Kekuatan

  • sentra kebun durian masyarakat;
  • durian sebagai produk unggulan lokal;
  • potensi wisata alam dan pertanian;
  • dapat mengintegrasikan pertanian, pariwisata, kuliner dan UMKM. 

Kelemahan

  • fasilitas wisata masih terbatas;
  • sebagian infrastruktur perlu ditingkatkan;
  • promosi dan pengelolaan destinasi belum optimal;
  • membutuhkan modal relatif besar. 

Peluang

  • meningkatnya minat wisata alam dan agrowisata;
  • peluang kuliner dan UMKM berbasis durian;
  • dukungan pengembangan desa wisata;
  • peluang investasi swasta. 

Ancaman

  • persaingan dengan agrowisata daerah lain;
  • fluktuasi produksi akibat musim dan iklim;
  • perubahan tren wisatawan;
  • risiko kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola berkelanjutan.
GUDANG LOGISTIK MODERN DAN DISTRIBUTION CENTER
GUDANG LOGISTIK MODERN DAN DISTRIBUTION CENTER
Dasar PotensiKatingan Hilir memiliki fungsi sebagai:pusat pemerintahan + pusat p...

Dasar Potensi

Katingan Hilir memiliki fungsi sebagai:

pusat pemerintahan + pusat perdagangan + simpul distribusi barang Kabupaten Katingan.

Wilayah ini terhubung dengan:

  • jaringan jalan nasional;
  • jaringan jalan provinsi;
  • jaringan jalan kabupaten;
  • transportasi sungai.

Selain itu terdapat:

  • 3 agen jasa ekspedisi;
  • perbankan;
  • pusat perdagangan;
  • kantor pemerintahan;
  • jaringan telekomunikasi. 

Kajian menyatakan bahwa fasilitas Gudang Logistik Modern dan Distribution Center dengan sistem pergudangan modern dan distribusi terpadu masih terbatas.

Ini menjadi dasar peluang investasi.

Bentuk Investasi

Konsep yang digunakan dalam kajian mencakup:

  • dry warehouse;
  • cold storage;
  • loading dock;
  • kantor operasional;
  • area parkir;
  • sistem keamanan;
  • Warehouse Management System;
  • peralatan pergudangan.

Asumsi Teknis

ParameterAsumsi
Luas lahan1 ha
Luas gudang1.500 m²
Dry warehouse1.200 m²
Cold storage300 m²
Loading dock3 unit
Okupansi Tahun 150%
Okupansi Tahun 260%
Okupansi Tahun 370%
Okupansi Tahun 4–1080%
Tarif sewaRp90.000/m²/bulan
Pendapatan distribusi30% pendapatan gudang
Value Added Service15% pendapatan gudang
Umur proyek10 tahun
Discount rate10%

 

Estimasi Investasi

Total CAPEX:

Rp8.000.000.000

Komponen utama:

  • pembelian lahan: Rp700 juta;
  • bangunan gudang: Rp3,4 miliar;
  • kantor operasional: Rp400 juta;
  • loading dock: Rp300 juta;
  • cold storage: Rp900 juta;
  • mekanikal & elektrikal: Rp600 juta;
  • IT & WMS: Rp300 juta;
  • peralatan gudang: Rp900 juta;
  • komponen lainnya dan contingency. 

Operasional

OPEX tahun pertama diperkirakan:

Rp1.950.000.000/tahun.

Komponen terbesar adalah gaji dan tunjangan sebesar Rp700 juta atau 35,9% dari OPEX.

Pendapatan

Pendapatan tahun pertama dalam kajian:

Rp3.450.000.000/tahun

terdiri dari:

SumberNilai
Penyewaan gudangRp2,25 miliar
Distribusi & handlingRp750 juta
Value Added ServiceRp450 juta
TotalRp3,45 miliar

 

Tenaga Kerja

Diperkirakan:

  • 100 tenaga kerja langsung saat operasional;
  • 180 tenaga kerja selama konstruksi.

Selain itu terdapat potensi pekerjaan tidak langsung pada transportasi, ekspedisi, bongkar muat, packaging, peralatan logistik, makanan, kebersihan dan suku cadang.

BUSINESS HOTEL
BUSINESS HOTEL
Dasar PeluangKatingan Hilir merupakan ibu kota Kabupaten Katingan dan pusat peme...

Dasar Peluang

Katingan Hilir merupakan ibu kota Kabupaten Katingan dan pusat pemerintahan, perdagangan serta jasa.

Data fasilitas tahun 2025 yang digunakan dalam laporan menunjukkan:

  • 2 unit hotel;
  • 10 unit losmen/penginapan;
  • 20 unit rumah makan/restoran;
  • 3 agen jasa ekspedisi;
  • perbankan tersedia;
  • rumah sakit tersedia;
  • kantor pemerintah kabupaten terpusat di Katingan Hilir. 

Menurut kajian, kondisi tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, tetapi fasilitas akomodasi yang tersedia sebagian besar masih berupa hotel nonbintang dan losmen.

Karena itu, laporan merekomendasikan peluang:

Business Hotel

dengan KBLI:

55110 – Hotel Bintang.

Target Pasar

Berdasarkan narasi kajian, Business Hotel diarahkan untuk memenuhi kebutuhan:

  • tamu pemerintahan;
  • perjalanan dinas;
  • pelaku bisnis;
  • investor;
  • kegiatan pertemuan;
  • kegiatan MICE.

Fasilitas yang menjadi pembeda antara lain meeting room, ballroom, business center, restoran representatif dan layanan reservasi digital.

Asumsi Finansial

Ini penting: laporan menggunakan 40 kamar sebagai asumsi dasar analisis keuangan.

ParameterAsumsi Kajian
KlasifikasiHotel Bintang 3
Jumlah kamar40
Ballroom1 unit
Meeting room1 ruang
Restoran1 unit
Coffee shop1 unit
Hunian Tahun 145%
Hunian Tahun 250%
Hunian Tahun 355%
Hunian Tahun 4–1060%
Tarif kamarRp500.000/kamar/malam
Umur proyek10 tahun
Discount rate10%

 

Estimasi Investasi

CAPEX Business Hotel dalam kajian:

Rp15.000.000.000

atau Rp15 miliar.

Investasi mencakup antara lain lahan, gedung hotel, ballroom, restoran, area parkir, instalasi mekanikal-elektrikal, furnitur, perlengkapan kamar, sistem informasi, perizinan serta biaya pra-konstruksi dan pra-operasional.

Tenaga Kerja

Kajian juga memperkirakan Business Hotel dengan kapasitas 60 kamar dapat menyerap:

  • sekitar 120 tenaga kerja langsung pada tahap operasional;
  • sekitar 150 tenaga kerja selama konstruksi.

Perhatikan: angka 60 kamar ini berasal dari analisis penyerapan tenaga kerja, sedangkan asumsi finansial menggunakan 40 kamar. Jadi keduanya jangan digabung menjadi satu angka dalam buku tanpa penjelasan.

PABRIK PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT (CPO)
PABRIK PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT (CPO)
Dasar PotensiPeluang pembangunan pabrik CPO didukung oleh keberadaan perkebunan...

Dasar Potensi

Peluang pembangunan pabrik CPO didukung oleh keberadaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Katingan.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Katingan Dalam Angka 2026 yang digunakan dalam kajian, pada tahun 2025:

KecamatanLuas ArealProduksi
Katingan Hilir6.992,63 ha16.895 ton
Tewang Sangalang Garing5.572,75 ha11.421 ton

Katingan Hilir merupakan sentra perkebunan rakyat kelapa sawit terbesar dalam data tersebut. Selain Katingan Hilir dan Tewang Sangalang Garing, bahan baku juga berasal dari Katingan Tengah, Tasik Payawan, Pulau Malan dan Kamipang yang diposisikan sebagai kawasan hinterland perkebunan kelapa sawit.

Artinya, dasar investasi CPO dalam laporan bukan sekadar karena terdapat perkebunan kelapa sawit, tetapi karena terdapat potensi pembentukan kawasan pasokan TBS dari Katingan Hilir dan kecamatan-kecamatan di sekitarnya.

Peluang Investasi

Objek investasi:

Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil/CPO)

KBLI yang digunakan:

10431 – Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (CPO).

Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit melalui kegiatan pengolahan TBS menjadi CPO dan produk sampingnya.

Asumsi Teknis Kajian

Perlu diperhatikan bahwa angka berikut bukan kondisi pabrik yang sudah ada, melainkan asumsi yang digunakan dalam analisis investasi:

ParameterAsumsi Kajian
Kapasitas PKS30 ton TBS/jam
Jam operasi20 jam/hari
Hari operasi300 hari/tahun
Utilisasi Tahun 1–380%
Utilisasi Tahun 4–2090%
Kapasitas efektif Tahun 1–3144.000 ton TBS/tahun
Kapasitas efektif Tahun 4–20162.000 ton TBS/tahun
Rendemen CPO22%
Rendemen Palm Kernel5%
Harga TBSRp2.800/kg
Harga CPORp15.283,20/kg
Harga Palm KernelRp8.000/kg
Umur proyek20 tahun

 

Estimasi Investasi

Total CAPEX yang digunakan dalam kajian:

Rp533.423.556.120

atau sekitar Rp533,42 miliar.

Komponennya:

KomponenNilai
KonstruksiRp78,16 miliar
LandscapeRp39,83 miliar
Pembelian lahanRp127,69 miliar
Bangunan produksiRp147,96 miliar
Fasilitas pendukungRp24,66 miliar
Tangki penyimpananRp87,60 miliar
Mesin & peralatan produksiRp87,60 miliar
UtilitasRp57,50 miliar
Pasca konstruksiRp39,08 miliar
ContingencyRp25,40 miliar
TotalRp533,42 miliar

 

Arah Pengembangan

Laporan mengidentifikasi peluang pengembangan industri turunan seperti:

  • Palm Kernel Oil/PKO;
  • refinery;
  • biodiesel;
  • oleokimia.

Namun, ini adalah peluang pengembangan lanjutan yang disebut dalam analisis SWOT, bukan proyek investasi utama yang dihitung dalam kajian.

Tantangan

Laporan juga mencatat beberapa risiko:

  • fluktuasi harga CPO;
  • persaingan dengan pabrik CPO daerah lain;
  • kebutuhan teknologi pengolahan modern;
  • keterbatasan tenaga kerja terampil;
  • kebutuhan peningkatan infrastruktur kawasan dan utilitas;
  • tuntutan standar keberlanjutan;
  • risiko lingkungan dan konflik pemanfaatan lahan. 

Jadi narasi investasinya sebaiknya tidak hanya mengatakan “potensi CPO sangat besar”, tetapi juga menjelaskan bahwa keberhasilan proyek bergantung pada kontinuitas pasokan TBS, efisiensi produksi, teknologi, infrastruktur dan pengelolaan risiko.

PABRIK ES BATU KRISTAL
PABRIK ES BATU KRISTAL
Untuk mempertahankan kesegaran ikan hasil tangkapan, dibutuhkan usaha pendukung...

Untuk mempertahankan kesegaran ikan hasil tangkapan, dibutuhkan usaha pendukung seperti cold storage maupun media pendingin lainnya, salah satunya adalah es batu. Hal ini membuka peluang investasi pabrik es batu untuk mendukung sektor perikanan tangkap maupun budidaya di Kabupaten Katingan.

Selain sektor perikanan, kebutuhan es batu juga meningkat dari sektor kuliner, khususnya untuk penyajian minuman dingin. Dahulu, es batu umumnya digunakan dalam bentuk balok besar yang kemudian dihancurkan menjadi ukuran lebih kecil. Namun seiring perkembangan teknologi, kini tersedia berbagai bentuk es batu yang lebih praktis, higienis, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Salah satu jenis yang berkembang adalah es batu kristal, yang memiliki bentuk lebih kecil, jernih, dan siap pakai tanpa perlu dihancurkan. Ukurannya umumnya berkisar antara 3 mm hingga 45 mm, sehingga lebih praktis dan diminati oleh pasar.

Dengan meningkatnya kebutuhan dari sektor perikanan dan kuliner, pabrik es batu kristal memiliki potensi pasar yang cukup luas.

Deskripsi Proyek

Pembangunan pabrik es batu kristal skala kecil dengan kapasitas produksi 2 ton per hari untuk mendukung sektor perikanan dan kuliner di Kabupaten Katingan.

Aspek Legal dan Administrasi

Usaha pabrik es batu kristal merupakan usaha pendukung sektor perikanan dan kuliner yang dapat berbentuk:

  • UD (Usaha Dagang)
  • CV (Commanditaire Vennootschap)
  • PT (Perseroan Terbatas)

Seluruh kegiatan usaha harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk badan usaha berbentuk PT mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Aspek Teknis

a. Lingkup Proyek

Meliputi:

  • Pembangunan fasilitas produksi
  • Pengadaan mesin es kristal dan instalasi
  • Proses produksi dan distribusi

b. Lokasi dan Aksesibilitas

  • Provinsi: Kalimantan Tengah
  • Kabupaten: Katingan
  • Kecamatan: Katingan Hilir

Lokasi didukung oleh akses jalan yang baik dan berada dekat dengan pusat aktivitas ekonomi (Kasongan), sehingga mudah dijangkau.

c. Infrastruktur Pendukung

Didukung oleh:

  • Jalan umum
  • Ketersediaan listrik
  • Kedekatan dengan pasar konsumen

d. Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Katingan cukup memadai dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 3.970 orang.

Aspek Pasar

Prospek usaha es batu kristal didukung oleh:

Sektor Perikanan

  • Produksi perikanan > 23 ribu ton/tahun
  • Kebutuhan es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan

Sektor Kuliner

  • Jumlah penduduk Kecamatan Katingan Hilir ±42 ribu jiwa
  • Dengan asumsi target pasar 5%, terdapat ±2.000 konsumen potensial harian

Dengan kebutuhan es yang tinggi untuk penyimpanan ikan dan konsumsi harian, pasar es batu kristal sangat terbuka dan berkelanjutan.

Aspek Keuangan dan Kelayakan

Biaya Investasi

Total investasi sekitar Rp665,5 juta, meliputi:

  • Mesin es kristal
  • Cold storage/chiller
  • Instalasi listrik
  • Peralatan pendukung
  • Kendaraan operasional

Asumsi

  • Inflasi: 3,5% per tahun
  • Discount factor: 10%
  • Kapasitas produksi: 2 ton/hari
  • Hari operasional: 360 hari/tahun
  • Harga jual: Rp20.000 per kemasan (20 kg)
  • Tahun pertama produksi: 70%
  • Tahun kedua: 80%

Hasil Analisis

  • NPV: ±Rp643 juta
  • IRR: ±28,1%
  • Payback Period: ±3,4 tahun

👉 Kesimpulan: Layak secara finansial dan menarik untuk investasi

Kesimpulan Umum

Dengan nilai IRR yang jauh di atas discount factor serta NPV yang positif, investasi pabrik es batu kristal memiliki tingkat pengembalian yang cepat dan risiko relatif rendah.

Selain memberikan keuntungan secara finansial, usaha ini juga:

  • Mendukung sektor perikanan
  • Menunjang industri kuliner
  • Meningkatkan aktivitas ekonomi lokal
PABRIK PENGGILINGAN PADI MODERN
PABRIK PENGGILINGAN PADI MODERN
Pengolahan padi (gabah) menjadi beras saat ini masih banyak dilakukan oleh usaha...

Pengolahan padi (gabah) menjadi beras saat ini masih banyak dilakukan oleh usaha penggilingan padi skala kecil, sehingga kualitas beras yang dihasilkan belum maksimal. Kehadiran pabrik penggilingan padi modern (P3M) mampu mengolah gabah menjadi beras dengan standar kualitas yang lebih tinggi.

Peluang usaha penggilingan padi modern sangat menjanjikan karena kebutuhan pangan masyarakat masih sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya padi. Beras sebagai hasil olahan padi merupakan komoditas penting dan strategis baik secara sosial, ekonomi, maupun politik.

Selain itu, pembangunan pabrik penggilingan padi modern didukung oleh kondisi Kabupaten Katingan sebagai salah satu daerah penghasil gabah terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga ketersediaan bahan baku relatif terjamin.

Berdasarkan data tahun 2023, produksi padi di Kabupaten Katingan mencapai 36.180 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas panen sekitar 12.042 hektare. Produksi tersebut setara dengan sekitar 21.491 ton beras, dengan total luas lahan pertanian mencapai 101.093 hektare (Sumber: BPS Kalimantan Tengah Dalam Angka 2024).

Deskripsi Proyek

Proyek yang ditawarkan adalah pembangunan pabrik penggilingan padi modern dengan kapasitas pengolahan sebesar 1,5 ton gabah kering panen (GKP) per jam, yang berlokasi di Kecamatan Katingan Kuala.

Aspek Legal dan Administrasi

Pengembangan sektor hilirisasi (downstreaming) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Program ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Diperlukan investasi yang memadai agar hasil produksi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Dukungan kebijakan pemerintah serta ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses hilirisasi tersebut.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan (RPJM) Kabupaten Katingan, pengembangan sektor strategis dilakukan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan potensi unggulan daerah. Kabupaten Katingan telah menetapkan kawasan pertanian pangan berkelanjutan melalui Peraturan Bupati Nomor 870/53 Tahun 2023 tentang Penetapan Produk Unggulan Daerah.

Dengan kebijakan tersebut, pengembangan agroindustri berbasis tanaman pangan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi, sehingga komoditas yang dihasilkan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Aspek Teknis

a. Lingkup Proyek Investasi

Lingkup proyek meliputi:

  • Pembangunan pabrik dan pekerjaan sipil
  • Pengadaan mesin, peralatan, dan instalasi
  • Perizinan
  • Pengadaan peralatan kantor

b. Lokasi dan Aksesibilitas

  • Provinsi: Kalimantan Tengah
  • Kabupaten: Katingan
  • Kecamatan: Katingan Kuala
  • Desa: Jaya Makmur, Pegatan, dan Bumi Subur

Akses menuju lokasi masih memerlukan peningkatan, namun dapat ditempuh melalui jalur darat dan sungai dari Kota Kasongan dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam.

c. Infrastruktur Pendukung

Lokasi investasi didukung oleh kedekatan dengan wilayah pasar potensial di Kotawaringin Timur serta akses transportasi melalui jalur sungai.

Aspek Sumber Daya

a. Tenaga Kerja

Jumlah penduduk Kabupaten Katingan tahun 2023 sekitar 80.066 jiwa, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3.970 orang. Ketersediaan tenaga kerja dinilai cukup untuk mendukung operasional pabrik.

b. Bahan Baku

Kecamatan Katingan Kuala merupakan salah satu pusat produksi padi di Kabupaten Katingan, dengan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan sekitar 10.830 hektare atau 90% dari total luas lahan di wilayah tersebut.

Produksi padi di wilayah ini diperkirakan mencapai 36.180 ton per tahun, sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik penggilingan padi modern.

Aspek Pasar

Beras merupakan komoditas strategis yang memiliki permintaan tinggi dan stabil. Produksi beras Kabupaten Katingan pada tahun 2023 mencapai sekitar 21.491 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai sekitar 16.604 ton per tahun.

Harga beras di pasaran relatif stabil namun dipengaruhi oleh faktor musim. Pada periode tertentu, harga beras medium berkisar antara Rp15.000–Rp17.000 per kilogram, sedangkan harga gabah berada pada kisaran Rp5.600 per kilogram.

Aspek Keuangan dan Kelayakan

Investasi pembangunan pabrik penggilingan padi modern diperkirakan mencapai sekitar Rp7,46 miliar, dengan kebutuhan modal kerja sekitar Rp2,10 miliar.

Proyeksi pendapatan tahunan mencapai sekitar Rp27,56 miliar, dengan hasil analisis kelayakan sebagai berikut:

  • NPV: positif ± Rp5,4 miliar
  • IRR: ± 23,7%
  • Payback Period: ± 4 tahun

Hasil tersebut menunjukkan bahwa investasi ini layak secara finansial.

Aspek Sosial dan Lingkungan

Pembangunan pabrik ini memberikan dampak positif, antara lain:

  • Membuka lapangan kerja
  • Mengurangi tingkat pengangguran
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  • Mendukung ketahanan pangan daerah

Dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat diminimalkan melalui pengelolaan limbah, pengendalian debu, serta penanaman vegetasi sebagai buffer zone.

Aspek Keberlanjutan

Peluang investasi ini dinilai berkelanjutan karena didukung oleh:

  • Ketersediaan bahan baku
  • Tingginya permintaan beras
  • Dukungan kebijakan pemerintah

Namun, diperlukan penyesuaian dalam perencanaan tata ruang wilayah agar kawasan industri pengolahan dapat berkembang secara optimal.

PABRIK MINYAK SAWIT
PABRIK MINYAK SAWIT
Perkebunan besar swasta (PBS) umumnya memiliki pabrik minyak kelapa sawit untuk...

Perkebunan besar swasta (PBS) umumnya memiliki pabrik minyak kelapa sawit untuk menampung hasil panennya menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai hasil akhir perkebunan. Perkebunan sawit di Kabupaten Katingan banyak berlokasi di Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kecamatan Katingan Tengah, dan Kecamatan Tasik Payawan.

Untuk perkebunan rakyat, hasil panen berupa tandan buah segar (TBS) biasanya dijual ke penampung yang kemudian dikirim ke pabrik milik PBS untuk diolah menjadi CPO. Hal ini menjadi salah satu peluang investasi dalam pengembangan industri pengolahan minyak sawit skala kecil (UKM), guna mengurangi ketergantungan petani terhadap perusahaan besar.

Adapun luas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Katingan mencapai sekitar 17.353 hektare dengan produksi tahun 2023 sebesar ±16.525,7 ton CPO. Kecamatan Katingan Hilir memiliki luas areal terbesar sekitar 6.855,7 hektare dengan produksi 9.125 ton, diikuti Kecamatan Tewang Sanggalang Garing seluas 5.358,8 hektare dengan produksi 2.750 ton (BPS, Kabupaten Katingan Dalam Angka 2024).

Pendirian pabrik minyak sawit dengan kapasitas produksi 3.500 ton CPO per tahun membutuhkan bahan baku sekitar 17.500 ton tandan buah segar (TBS), yang dapat dipenuhi dari perkebunan rakyat dengan luas sekitar 2.000–3.000 hektare. Kehadiran pabrik skala kecil ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian petani serta mengurangi ketergantungan pada perusahaan besar.

Deskripsi Proyek

Proyek yang ditawarkan adalah pembangunan pabrik minyak sawit skala kecil dengan kapasitas produksi 3.500 ton CPO per tahun.

Aspek Legal dan Administrasi

Program hilirisasi (downstreaming) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk dengan harga jual yang lebih tinggi. Selain itu, program ini juga membuka peluang lapangan kerja yang luas di daerah.

Pengembangan industri ini membutuhkan investasi yang cukup besar serta riset yang matang agar produk dapat diolah menjadi lebih bernilai. Dukungan kebijakan pemerintah dan infrastruktur menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses hilirisasi.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014, kegiatan usaha ekstraksi minyak kelapa sawit (CPO) masih berada dalam kewenangan Kementerian Pertanian melalui izin Usaha Perkebunan Terintegrasi Pengolahan (IUP-P). Sedangkan industri lanjutan dari CPO berada di bawah kewenangan Kementerian Perindustrian.

Aspek Teknis

a. Lingkup Proyek Investasi

Meliputi pembangunan pabrik pengolahan minyak sawit (CPO) dengan kapasitas terpasang 3.500 ton per tahun, termasuk:

  • Pembangunan fasilitas pabrik
  • Pengadaan mesin dan peralatan
  • Instalasi dan utilitas

b. Lokasi dan Aksesibilitas

  • Provinsi: Kalimantan Tengah
  • Kabupaten: Katingan
  • Kecamatan: Katingan Hilir, Tewang Sanggalang Garing

Aksesibilitas didukung oleh jaringan jalan yang menghubungkan wilayah produksi dengan ibukota kabupaten (Kasongan) serta akses menuju Palangka Raya.

c. Infrastruktur Pendukung

Kondisi jalan relatif memadai untuk mendukung distribusi bahan baku dan hasil produksi.

Aspek Sumber Daya

a. Tenaga Kerja

Jumlah penduduk usia kerja Kabupaten Katingan tahun 2023 sekitar 80.066 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 3.970 orang. Hal ini menunjukkan ketersediaan tenaga kerja yang cukup untuk mendukung operasional pabrik.

b. Bahan Baku

Ketersediaan bahan baku berupa TBS cukup melimpah dari perkebunan rakyat. Produksi TBS Kabupaten Katingan tahun 2023 mencapai sekitar 102.548 ton.

Distribusi produksi:

  • Kecamatan Katingan Hilir: ±6.855,7 Ha
  • Kecamatan Tewang Sanggalang Garing: ±5.358,8 Ha

Produksi tersebut mampu mendukung kebutuhan bahan baku pabrik secara berkelanjutan.

Proses Produksi

Proses produksi minyak sawit secara umum meliputi:

  1. Pengumpulan tandan buah segar (TBS)
  2. Sterilisasi menggunakan uap panas untuk melunakkan buah
  3. Perontokan (threshing) untuk memisahkan buah dari tandan
  4. Ekstraksi minyak kasar
  5. Penyaringan untuk menghilangkan kotoran
  6. Pemurnian (refining)

Aspek Lahan

Lahan tersedia merupakan milik masyarakat dan berada dalam kawasan RTRW yang diperuntukkan bagi industri. Lahan dapat disewa dengan jangka waktu panjang (±20 tahun atau lebih).

Aspek Pasar

Target pasar utama adalah industri pengolahan lanjutan seperti pabrik minyak goreng di wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu, pabrik ini juga dapat menampung TBS dari petani lokal.

Harga CPO di pasar internasional (Rotterdam) per Juli 2024 berada di kisaran ±USD 1.020 per metrik ton. Harga TBS di tingkat petani Kalimantan Tengah sekitar Rp2.860/kg.

Pasar CPO bersifat fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi global, permintaan industri, serta faktor musiman.

Aspek Keuangan dan Kelayakan

Perkiraan biaya investasi pembangunan pabrik mencapai sekitar Rp8,05 miliar.

Asumsi utama:

  • Inflasi: 3,5% per tahun
  • Discount factor: 10%
  • Kapasitas produksi: 3.500 ton/tahun
  • Harga jual CPO: ±Rp11.867/kg
  • Net profit margin: ±4,7%

Hasil analisis kelayakan:

  • NPV: ±Rp3,086 miliar (positif)
  • IRR: ±18,6%
  • Payback Period: ±4,5 tahun

Dengan hasil tersebut, investasi ini dinilai layak secara finansial.

Aspek Sosial dan Lingkungan

Dampak positif:

  • Membuka lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

Dampak lingkungan:

  • Potensi pencemaran air, udara, dan tanah
  • Dapat diminimalkan dengan teknologi pengolahan limbah dan pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif

Aspek Keberlanjutan

Investasi ini memiliki prospek keberlanjutan yang baik karena:

  • Ketersediaan bahan baku melimpah
  • Permintaan pasar tinggi
  • Dukungan kebijakan pemerintah

Namun, diperlukan penyesuaian dalam perencanaan tata ruang wilayah agar pengembangan industri dapat berjalan optimal.

Selain itu, dari perspektif pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), investasi ini berpotensi memberikan dampak positif dalam pengurangan kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, dengan dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah.

PABRIK MINYAK GORENG SAWIT
PABRIK MINYAK GORENG SAWIT
Industri hilir dari produk kelapa sawit dengan bahan baku minyak sawit mentah (C...

Industri hilir dari produk kelapa sawit dengan bahan baku minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) antara lain adalah minyak goreng (olein), margarin (stearin), dan berbagai produk turunan lainnya.

Pabrik minyak goreng sawit (olein) selain menghasilkan olein sebagai produk utama, juga menghasilkan produk samping berupa margarin (stearin). Dalam proses pengolahan, setiap 1 ton CPO dapat menghasilkan sekitar 750 kg olein (75%), 200 kg stearin (20%), dan sekitar 5% merupakan produk samping lainnya.

Industri hilir kelapa sawit sangat potensial untuk dikembangkan mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah serta dukungan dari sektor perkebunan yang terus berkembang.

Potensi dan Dukungan Sumber Daya

  • Luas perkebunan kelapa sawit nasional terus meningkat, dari sekitar 10,47 juta Ha pada tahun 2013 menjadi ±15,43 juta Ha pada tahun 2023 (BPS).
  • Produksi minyak sawit nasional meningkat dari 17,77 juta ton (2013) menjadi 46,98 juta ton (2023).
  • Di Provinsi Kalimantan Tengah, luas perkebunan mencapai ±1.936.605 Ha dengan produksi sekitar 3.177.653 ton CPO.
  • Di Kabupaten Katingan, luas perkebunan mencapai ±102.548,7 Ha dengan produksi ±227.707 ton CPO.
  • Perkebunan rakyat memiliki luas ±17.353 Ha dengan produksi sekitar 16.525,7 ton (2023).

Deskripsi Proyek

Pembangunan pabrik minyak goreng sawit dengan kapasitas produksi 7.500 ton per tahun.

Aspek Legal dan Administrasi

Program hilirisasi (downstreaming) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk dengan harga jual lebih tinggi serta membuka peluang lapangan kerja.

Pemerintah telah mendorong hilirisasi melalui berbagai kebijakan, antara lain:

  • Pembatasan ekspor bahan mentah (CPO)
  • Pengenaan tarif lebih tinggi pada ekspor bahan mentah
  • Pengembangan pasar domestik
  • Program biodiesel

Regulasi terkait antara lain Permendag Nomor 49 dan 50 Tahun 2022 yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi pelaku usaha.

Aspek Teknis

a. Lingkup Proyek

Meliputi pembangunan pabrik minyak goreng dengan kapasitas 7.500 ton per tahun, termasuk:

  • Fasilitas produksi
  • Mesin dan peralatan
  • Instalasi dan utilitas

b. Lokasi dan Aksesibilitas

  • Provinsi: Kalimantan Tengah
  • Kabupaten: Katingan
  • Kecamatan: Katingan Hilir, Tewang Sanggalang Garing

Lokasi memiliki akses yang cukup baik ke ibukota kabupaten (Kasongan) dan ke Palangka Raya.

c. Infrastruktur Pendukung

Didukung oleh jaringan jalan yang memadai untuk distribusi bahan baku dan hasil produksi.

Aspek Sumber Daya

a. Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja tersedia cukup memadai dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 3.970 orang (2023).

b. Bahan Baku

Bahan baku utama berupa CPO tersedia cukup besar dari perkebunan di Kabupaten Katingan dengan produksi mencapai ±227.707 ton per tahun.

Distribusi utama:

  • Katingan Hilir
  • Tewang Sanggalang Garing

Proses Produksi

Proses produksi minyak goreng sawit meliputi:

  1. Degumming
    Pemisahan kotoran seperti fosfatida, protein, dan getah menggunakan asam fosfat.
  2. Neutralisasi
    Menghilangkan asam lemak bebas dengan larutan alkali.
  3. Bleaching
    Pemucatan warna menggunakan adsorben seperti tanah pemucat (bleaching earth).
  4. Deodorisasi
    Menghilangkan bau dan zat volatil melalui proses vakum dan pemanasan.
  5. Fraksinasi
    Pemisahan menjadi olein (minyak goreng) dan stearin (bahan margarin).

Aspek Lahan

Lahan tersedia berada pada kawasan RTRW yang diperuntukkan untuk industri dan dapat disewa dalam jangka panjang (±20 tahun atau lebih).

Aspek Pasar

Target pasar utama:

  • Wilayah Kalimantan Tengah
  • Kabupaten sekitar (Kotawaringin Timur, Seruyan, Palangka Raya, dll)

Perkiraan:

  • Jumlah penduduk ±1,3 juta jiwa
  • Konsumsi minyak goreng ±11,4 kg/kapita/tahun
  • Total kebutuhan sekitar ±15.330 ton/tahun

Dengan kapasitas produksi 7.500 ton/tahun, pabrik dapat memenuhi sebagian kebutuhan pasar regional.

Harga minyak goreng curah:

  • ±Rp14.550/liter (2023)
  • ±Rp15.840/liter (2024)
  • Kalimantan Tengah ±Rp17.160/liter

Aspek Keuangan dan Kelayakan

Biaya Investasi

Diperkirakan sekitar Rp16,27 miliar

Asumsi

  • Inflasi: 3,5% per tahun
  • Discount factor: 10%
  • Kapasitas: 7.500 ton/tahun
  • Harga jual: ±Rp16.000/liter
  • Net profit margin: ±3,47%

Hasil Analisis

  • NPV: ±Rp12,36 miliar
  • IRR: ±23,8%
  • Payback Period: ±4,4 tahun

👉 Kesimpulan: Layak secara finansial

Aspek Sosial dan Ekonomi

Dampak positif:

  • Membuka lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Mengurangi kemiskinan
  • Meningkatkan kapasitas SDM
  • Mendukung ketahanan pangan
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi

Aspek Lingkungan

Potensi dampak:

  • Emisi gas (CO₂, CH₄, dll)
  • Limbah cair dan padat

Mitigasi:

  • Pengolahan limbah terpadu
  • Pemanfaatan limbah sebagai energi
  • Substitusi bahan bakar fosil dengan biomassa (tandan kosong sawit)

Aspek Keberlanjutan

Peluang investasi ini sangat prospektif karena:

  • Bahan baku melimpah
  • Permintaan pasar tinggi
  • Dukungan kebijakan pemerintah

Namun perlu:

  • Penyesuaian tata ruang wilayah
  • Penyediaan kawasan industri
  • Dukungan kebijakan berkelanjutan

Dari perspektif SDGs, investasi ini berkontribusi pada:

  • Pengurangan kemiskinan
  • Peningkatan ekonomi daerah
  • Penciptaan lapangan kerja
COLD STORAGE
COLD STORAGE
Cold storage merupakan suatu sistem penyimpanan bahan baku ikan segar sehingga d...

Cold storage merupakan suatu sistem penyimpanan bahan baku ikan segar sehingga dapat digunakan ketika dibutuhkan. Usaha ini menjadi pendukung penting bagi sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya di Kabupaten Katingan.

Cold storage berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara hasil panen perikanan yang tidak langsung dipasarkan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti menunggu harga yang lebih baik, kebutuhan distribusi, atau sebagai bagian dari proses rantai pasok.

Suhu ruang penyimpanan pada cold storage berkisar antara -30°C hingga -60°C, sehingga produk dapat dibekukan dan mempertahankan kualitasnya lebih lama.

Deskripsi Proyek

Pembangunan usaha jasa cold storage skala kecil dengan kapasitas 25 ton untuk mendukung sektor perikanan di Kabupaten Katingan.

Aspek Legal dan Administrasi

Usaha cold storage merupakan usaha pendukung sektor perikanan yang dapat dijalankan dalam bentuk:

  • UD (Usaha Dagang)
  • CV (Commanditaire Vennootschap)
  • PT (Perseroan Terbatas)

Seluruh kegiatan usaha harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk badan usaha berbentuk PT, mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Aspek Teknis

a. Lingkup Proyek

Meliputi:

  • Pembangunan fasilitas cold storage
  • Pengadaan peralatan dan mesin pendingin
  • Instalasi dan operasional penyimpanan

b. Lokasi dan Aksesibilitas

  • Provinsi: Kalimantan Tengah
  • Kabupaten: Katingan
  • Kecamatan: Kamipang, Mendawai, Tasik Payawan, Katingan Hilir

Lokasi berada pada wilayah sentra perikanan yang mendukung aktivitas produksi dan distribusi.

c. Infrastruktur Pendukung

Didukung oleh akses transportasi yang cukup memadai untuk distribusi hasil perikanan.

Aspek Sumber Daya

a. Tenaga Kerja

Jumlah angkatan kerja Kabupaten Katingan tahun 2023 sekitar 80.066 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3.970 orang. Hal ini menunjukkan ketersediaan tenaga kerja yang cukup untuk mendukung operasional cold storage.

Aspek Pasar

Prospek usaha cold storage sangat didukung oleh produksi perikanan di Kabupaten Katingan yang relatif stabil, dengan produksi lebih dari 23 ribu ton per tahun.

Pada tahun 2022:

  • Produksi perikanan mencapai 23.861 ton
  • Perikanan tangkap mendominasi sekitar 65,4%

Cold storage berperan dalam:

  • Menyimpan hasil tangkapan
  • Memperpanjang umur simpan ikan
  • Menjaga kualitas produk
  • Menstabilkan harga pasar

Dengan demikian, keberadaan cold storage menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor perikanan daerah.

Aspek Keuangan dan Kelayakan

Biaya Investasi

Total kebutuhan investasi sekitar Rp1,43 miliar, meliputi:

  • Sewa lahan
  • Mesin cold storage dan freezer
  • Bangunan dan fasilitas pendukung
  • Peralatan operasional

Asumsi

  • Inflasi: 3,5% per tahun
  • Discount factor: 10%
  • Kapasitas: 25 ton
  • Tingkat okupansi: 75%
  • Hari operasional: 350 hari/tahun
  • Tarif sewa: Rp200/kg/hari

Hasil Analisis

  • NPV: ±Rp517 juta
  • IRR: ±17,4%
  • Payback Period: ±5 tahun

👉 Kesimpulan: Layak secara finansial

Kesimpulan Umum

Dengan tingkat IRR yang lebih tinggi dibandingkan discount factor serta nilai NPV yang positif, investasi cold storage dinilai memiliki prospek yang baik dan layak untuk dikembangkan.

Selain memberikan keuntungan secara finansial, usaha ini juga berperan penting dalam mendukung stabilitas sektor perikanan, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.